INILAH.COM, Moskow Pemerintah Rusia telah mengakui bahwa beberapa bagian di kepolisian di negara itu memang korup. Polisi sudah berubah menjadi apa yang digambarkan oleh menteri dalam negeri sebagai bisnis kriminal.
Hal ini, seperti dilansir BBC, Rabu (11/10), merupakan pengakuan paling jujur sejauh ini mengenai praktik korupsi. Juga pengakuan paling jujur atas serta berbagai bentuk kejahatan lain yang dilakukan oleh para anggota badan penegak hukum.
Pemerintah mengeluarkan pernyataan tersebut setelah seorang pejabat tinggi polisi di Rusia Selatan mengirim sebuah rekaman video ke internet. Dalam rekaman tersebut, dia mengimbau Perdana Menteri Rusia, Vladmir Putin, agar menangani masalah itu.
Pemerintah sigap menanggapi perkembangan yang merupakan serangkaian pengungkapan paling baru yang sangat memalukan mengenai kepolisian negara itu. Awal tahun ini seorang pejabat tinggi polisi melancarkan penembakan di sebuah pasar swalayan yang menewaskan tiga orang.
Insiden itu terekam oleh kamera-kamera keamanan, disiarkan oleh televisi Rusia dan bisa pula disaksikan melalui internet. Sekarang seorang pejabat polisi lain juga telah berterus-terang melalui satu rekaman video di internet, dan rekaman ini menurut catatan telah diakses sebanyak lebih dari tujuh ratus ribu kali dalam jangka waktu beberapa hari saja.
Pejabat polisi dari Rusia selatan itu menuduh para atasannya memaksa polisi menangkap orang-orang tidak bersalah. Hal itu guna memastikan bahwa jumlah penangkapan yang telah ditetapkan setiap bulannya terpenuhi.
Dia juga mengatakan bahwa gaji mereka begitu rendah sehingga mereka terpaksa menerima uang suap. Pengakuan yang begitu terang-terangan ini tidak biasa dilakukan oleh seorang polisi.
Polisi itu mengatakan ia ingin bertemu dengan Perdana Menteri Vladimir Putin. Demi memastikan dilakukannya satu penyelidikan yang semestinya guna memulihkan kehormatan serta martabat angkatan kepolisian.[nuz]