INILAH.COM, Jakarta - Polri mengatakan siap menjelaskan tentang pengakuan Williardi Wizard tentang adanya rekayasa kasus pembunuhan yang menimpa Antasari. Hal ini demi memamaparkan secara detail agar masalah itu menjadi seimbang.
"Mana yang sebenarnya kita akan coba formulasikan. Kalau mungkin semua penyidik yang ada mungkin dipanggil pengadilan. Tapi itu kan haknya pengadilan," kata Kadiv Humas Polri Irjen Pol Nanan Sukarna, di sela-sela workshop Membuka Ruang Transparansi Publik, di Mabes Polri, Jakarta, (11/11).
Menurut Nanan, boleh saja Wiliardi mengaku ditekan untuk meneken BAP yang memberatkan Antasari. Namun, dia harus punya alat bukti dan sebagainya. Tentunya, lanjut Nanan, penyidik juga memiliki alat bukti.
"Tolong didengarkan kalau kita perlu pun hadir tampilkan siapa penyidiknya. Kita kan punya rekaman dan sebagainya. Makanya kita harapkan supaya seimbang dipanggil kita akan siap menyampaikan," kata dia. [nuz]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !