INILAH.COM, Jakarta - IHSG
pada perdagangan Rabu (11/11) ditutup naik 21,92 poin (0,92%) ke level 2.403,88 karena kenaikan saham keluarga Bakrie yang dimotori saham BUMI. Hal itu dikatakan pengamat pasar modal Deni Hamzah kepada
INILAH.COM Rabu (11/11). "Indeks memnfaatkan bursa regional yang positif sehingga IHSG masih bertahan di area positif," katanya.
Pada sesi I pasar cenderung wait and see dan lebih memilih bermain dalam jangka pendek. Dengan pergerakan di area positif yang stabil maka saham BUMI semakin stabil sehingga mempengaruhi saham keluarga Bakrie yang lain serta saham lain. Investor mengikuti pergerakan saham BUMI yang cukup likuid.
Volume perdagangan mencapai 5,7 miliar unit saham senilai Rp3,8 triliun dengan 142 saham naik, 52 saham turun serta 61 saham stagnan. Untuk LQ45

naik 4,2 poin ke 472,37 dan Jakarta Islamic Index (JII)

naik 4,9 poin ke 390,75.
Untuk saham-saham yang naik antara lain Indo Tambangraya Megah (ITMG) naik Rp1.600 ke Rp24.600, United Tractors (UNTR) naik Rp400 ke Rp15.900, Bumi Resources (BUMI) naik Rp275 ke Rp2.450, JAPFA (JPFA) naik ke Rp270 ke Rp1.360, Tambang Mulia Semanan (TBMS) naik Rp250 ke Rp3.250, Tambang Batubara Bukit Asam (PTBA) naik Rp200 ke Rp14.700, Adira Dinamika Multi Arta (ADMF) naik Rp200 ke Rp5.700, PP London Sumatera (SLIP) naik Rp150 ke Rp7.790.
Sedangkan untuk saham-saham yang turun antara lain Indocemetn Tunggal Prakasa (INTP) turun Rp400 ke Rp11.350, Samudera Indonesia (SMDR) turun Rp200 ke Rp3.700, Semen Gresik (SMGR) tutun Rp200 ke Rp7.150, Gudang Garam (GGRM) turun Rp200 ke Rp16.300, Darya-Varia Laboratoria (DVLA) turun Rp 150 ke Rp1.580, HM Sampoerna (HMSP0 turun Rp150 ke Rp10.100. [hid/cms]