INILAH.COM, Jakarta - PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) memutuskan mundur dalam konsorsium divestasi saham Newmont karena gagal mengincar minimal 15% untuk memberikan nilai tambah perseroan.
Demikian pernyataan resmi Direktur Utama Antam Alwin Syah Loebis kepada wartawan, Jakarta, Rabu (11/11). Salah satu strategi usaha Antam adalah melakukan akuisisi yang dapat memberikan nilai tambah yang sejalan dengan strategis usaha, Antam berkeinginan untuk memperoleh kepemilikan minimal 15,5% saham Newmont. "Dengan tidak terpenuhinya strategi usaha tersebut, maka Antam memutuskan untuk tidak berpartisipasi dalam Konsorsium Pemda untuk pembelian saham tersebut," katanya.
Berdasarkan surat MEnteri Keuangan RI Nomor 5.683.1/MK.06/2009 tanggal 9 November 2009 dan surat Menteri Negara BUMN No. 5802/MBU/2009 tanggal 10 November 2009 prihal saham Newmont, Antam dapat melakukan pembelian saham divestasi NEwmont bersama konsorsium Pemda dengan mengacu pada mekanisme korporasi dan sesuai ketentuan yang berlaku. "Keputusan ini diambil menyusul tidak tercapainya kesepakatan antara Antam dengan Pemda NTB selaku pihak yang meminpin dalam pembelian saham divestasi Newmont," ucap Alwin.
Antam telah melakukan perundingan dengan konsorsium Pemda NTB terkait pembelian saham divestasi NEwmont tersebut. Pemda NTB selaku pihak yang ditunjuk untuk pembelian saham divestasi saham NEwmont tahun 2006-2010 sebesar 31% menawarkan skema, Antam 37,5%, PT Multicapital 37,5%, dan Pemda NTB 25%.
Berdasarakan kajian strategis bisnis Antam dalam pembelian saham divestasi Newmont, Antam telah mengajukan skema pembelian minimal 15,5% atau 50% dari keseluruhan saham divestasi Newmont tahun 2006 sampai 2010 yang berjumlah 31%. Namun, usulan tersebut tidak dapat diterima oleh PEmda NTB.
Dengan tercapainya kesepakatan atas usulan Antam untuk membeli minimal 15,5% saham divestasi Newmont maka setelah melalui kajian internal Antam terutama aspek komersial, maka manajeman Antam memutuskan tidak ikut berpasrtisipasi dalam konsorsium Pemda NTB untuk pembelian saham divestasi Newmont. "Ke depan apabila konsorsium Pemda NTB mempunyai pertimbangan lain, maka Antam siap untuk bekerja sama," tambah Alwin.
Manajemen terus mengupayakahkan proyek-proyek lain untuk dapat meningkatkan nilai tambah perushaaan termasuk kemungkinan investasi dalam inisiatif-inisiatif akuisisi lainnya.
Antam per 30 September 2009 memiliki kas dan setara kas Rp3,006 triliun denga nrasio hutang hutang jangka panjang terhadap ekuitas 8%. Antam saat ini siap melakukan investasi untuk bertumbuh. [san/hid]