inovasi portal berita
Kamis, 9 Februari 2012 Follow: Facebook twitter Dollar Kurs BI: 1 US Dollar = Rp.8,910.00   Mobile Mobile   Newsletter Newsletter   RSS RSS
Bursa Asia Terus Menguat

Asia Pimpin Pertumbuhan Dunia

Headline
inilah.com /Dokumen
Oleh: Asteria
Rabu, 11 November 2009 | 21:44 WIB
INILAH.COM, Jakarta - Bursa Asia menguat, memacu indeks MSCI Asia Pacific ke level tertingginya dalam 4 hari. Pemicunya, data pemesanan mesin Jepang naik serta produksi dan penjualan ritel China.
Indeks MSCI Asia Pacific naik 0,7% menjadi 118,85, melanjutkan penguatan hari keempatnya sebesar 3,6%, kenaikan terpanjang bulan ini. Indikator ini melonjak 68% dari titik terendahnya lebih dari lima tahun terakhir pada Maret 2009 atas indikasi kebijakan stimulus di seluruh dunia yang menghidupkan kembali ekonomi global.
Indeks MSCI Asia Pacific rally sejak Maret, menyeret indikator harga rata-rata perusahaan menjadi 22 kali estimasi pendapatan. Bandingkan dengan indeks S&P 500 sebesar 17 kali dan indeks Dow Jones Stoxx 600 sebesar 15 kali.
Hal ini menunjukkan kenaikan valuasi indeks MSCI dua kali lipat dalam setahun. Indikator MSCI naik 33% tahun ini, lebih tinggi ketimbang indeks MSCI dunia yang naik 26%.
Ekonomi Asia ditetapkan pulih lebih dulu ketimbang kawasan lain, ujar Soichiro Monji, kepala strategis di Daiwa SB Investments Ltd., Tokyo yang mengelola dana sebesar US$38 miliar. Hal ini menjelaskan cepatnya pemulihan ekspor dan produksi industri. Tahun depan, pertumbuhan dipimpin Asia.
Indeks Hang Seng di HongKong naik 359.05 poin (1,61%) ke level tertinggi dalam 15 bulan, yaitu 22.627,21. Volume perdagangan naik menjadi HK$72.26 miliar. Penguatan dipicu HSBC yang melaporkan penurunan pinjaman kerugian dan penambahan saham perusahaan investasi Guoco atas Bank of East Asia.
Saham HSBC naik 6% ke level HK$94.00 dan mendistribusikan 189,99 poin terhadap kenaikan indeks Hang Seng sedangkan Bank of East Asia menguat 15,2% ke level HK$33.35. Selain itu sentimen positif setelah biro statistik China melaporkan data produksi industri naik 16,1%, tertinggi selama 19 bulan dan penjualan ritel naik 16,2% dari periode yang sama tahun sebelumnya.
International Monetary Fund IMF bulan lalu menaikkan prediksi pertumbuhan global pada 2010 menjadi 3,1% dari sebelumnya 2,5%, seiring keluarnya ekonomi dunia dari pelemahan ekonomi terburuk sejak Perang Dunia II. Hal ini dipicu kucuran paket stimulus dan permintaan di kawasan Asia.
Kebanyakan pasar telah menguat lebih dari ekspektasi, ujar Sandy Flockhart, chief executive HSBC Asia Pacific. Bisnis kami di Asia, Timur Asia dan Amerika Latin have performed well seiring membaiknya pemburukan situasi AS.
Namun bursa saham China ditutup melemah, terutama setelah delapan sesi menguat. Indeks komposit Shanghai turun 3,42 poin (0,1%) ke level 3.175,19. Tekanan besar datang dari kontraksi pinjaman yuan baru bulan lalu yang memicu kecemasan atas likuiditas.
Selain itu, turunnya data pertumbuhan kredit, menekan saham perbankan dan pengembang, atas kekehawatiran pengetatan kredit yang bisa mengkoreksi laba. Saham China Construction Bank anjlok 0,7% menjadi CNY5.98, Shanghai Pudong Development Bank turun 1% pada CNY23.26 dan China Merchants Bank Co turun 2,1%
Produsen tembaga juga jatuh setelah pemerintah menyatakan impor komoditas ini pada Oktober jatuh 34% dibandingkan bulan sebelumnya. Hal ini menunjukkan lemahnya demand lokal untuk tembaga. Saham Jiangxi Copper jatuh 1,4% menjadi CNY40.22 dan Yunnan Copper turun 2% pada CNY31.11.
Koreksi indeks Shanghai terjadi, di tengah penguatan saham produsen chip terbesar China, Semiconductor Manufacturing International Corp. Emiten ini terangkat 74% atas spekulasi pemilihan chief executive officer baru David Wang, akan mendorong kenaikan laba.
Wang adalah mantan direktur di Solar Fun Power Holdings Co menggantikan posisi Richard Chang, yang sebelumnya mengawasi kerugian di chipmaker dua tahun berturut-turut.
Indeks Nikkei 225 di bursa Tokyo ditutup naik tipis 0,95 poin (0,01%) menjadi 9.871,68 dengan volume tipis, di bawah 1,7 miliar saham. Sedangkan di Osaka Securities Exchange, indeks Nikkei 225 futures Desember naik 10 poin, atau 0,1%, pada 9.880. Sentimen positif berasal dari antusiasme atas rilisnya data pesanan mesin Jepang September menjadi 10,5%, ketimbang bulan sebelumnya.
Saham Fanuc pun naik 0,3% ke Y7,640 dan saham Mori Seiki naik 0.3% menjadi Y907. Demikian juga saham Japan Airlines (JAL) yang naik 4,8% menjadi Y110 menyusul kabar bahwa Development Bank of Japan akan menambah Y100 milyar di JAL.
Di bursa saham Korea, indeks kospi menguat 12.52 poin (0.8%) pada level 1594.82. Investor masih fokus pada keputusan laju tingkat suku bunga oleh bank sentral Korea besok.
Saham Samsung Electronics naik 1,1% pada level KRW735.000, Hyundai Motor naik 0.5% pada level KRW105.500, Daewoo Securities naik 3.6% pada level KRW20.050 dan Woori Investment & Securities naik 2.5% ke level KRW16.250.
Sedangkan IHSG menguat 21,924 poin (0,92%) ke 2.403,879 dipicu naiknya angka Produk domestik bruto (PDB) kuartal tiga 2009, 4,2% menjadi Rp1.452,5 triliun. Sedangkan untuk tahun kalender melaju 4,23%. Hal ini memberikan optimisme pada pasar akan perbaikan ekonomi dalam negeri. [mdr]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
BERITA TERKINI
BERITA POPULER
RSS| Layanan Mobile| Tentang Kami| Disclaimer| Kontak Kami| Karir| Newsletter
Copyright 2008 - 2012 inilah.com, All rights reserved inilah.com.