INILAH.COM, Jakarta Saham PT Bumi Resources (BUMI), Kamis (12/11) diprediksikan menguat terbatas seiring sentimen positif dari divestasi 17% saham Newmont. Trading buy BUMI! Gina Novrina Nasution, riset analis dari Reliance Securities mengatakan potensi penguatan terbatas saham
BUMI karena masih mendapat sentimen positif sesaat dari berita-berita yang dirilis kemarin.
Salah satunya adalah BUMI yang mendapatkan jatah divestasi 17% saham PT Newmont Nusa Tenggara (NNT). Padahal sebelumnya, BUMI hanya mendapat jatah 14% saham NNT.
Ini masih akan menjadi sentimen positif di market. Karena itu,
BUMI akan mengarah ke level
resistance Rp2.525 dan Rp2.300 sebagai level
support-nya, katanya kepada
INILAH.COM, di Jakarta, Rabu (11/11) sore.
Pada perdagangan kemarin, saham BUMI ditutup menguat Rp275 (12,79%) menjadi Rp2.425 dibandingkan sebelumnya Rp2.150. Harga tertingginya mencapai Rp2.450 dan terendahnya Rp2.150. Sedangkan volume transaksi mencapai 647,4 juta unit saham senilai Rp1,4 triliun dan frekuensi 17.801 kali.
BUMI juga masih mendapat angin segar dari aksi korporasi berupa kucuran dana investasi untuk pengembangan proyek Dairi sebesar US$211 juta. Dananya diambil dari penerbitan obligasi US$300 juta yang telah dilakukan pekan lalu.
Dana tersebut akan digunakan untuk belanja modal (
capital expenditure/capex) sebesar US$171 juta, modal kerja US$30 juta dan dana eksplorasi US$10 juta. Investasi ini diyakini bisa menggenjot pendapatan Herald di 2012.
BUMI melalui anak usahanya Calipso Investment Pte Ltd menguasai 98,39% saham Herald Resources. Perusahaan tambang asal Australia ini tercatat di Australian Securities Exchange (ASX) dan menguasai 80% saham di proyek Dairi. Sisanya sebesar 20% dimiliki oleh PT Aneka Tambang (ANTM).
Namun demikian, semua sentimen positif itu hanyalah sesaat. Karena itu, lanjut Gina, untuk mengarah kembali ke level Rp3.000, BUMI masih memerlukan koreksi terlebih dahulu ke arah
support Rp1.975.
Di sisi lain, sentimen positif penguatan bursa global dan regional juga bisa menjadi pemicu kenaikan saham sejuta umat ini.
Rebound-nya bursa global dan regional seiring dirilisnya data
consumer confidence. Karena itu secara otomatis sentimen negatifnya berkurang bagi indeks kita termasuk BUMI, paparnya.
Apalagi, nanti malam akan dirilis laporan
jobless claim mingguan yang diperkirakan menurun sehingga menjadi sentimen positif bagi market sampai penutupan sesi kedua. Tapi, Gina menekankan, penguatan BUMI sekarang ini hanya sesaat dan belum mengkonfirmasi penguatan berikutnya yang
sustainable.
Hal ini bukan hanya karena karakter investor lokal yang bermain jangka pendek, namun meski asing masih melakukan
net buy belum bisa mengkonfirmasikan penguatan BUMI lebih jauh. Kalau kita lihat, pemain asing masih melakukan
net buy hingga Rp400 miliar, ungkapnya.
Gina mengaku belum bisa memastikan apakah investor asing masih akan masuk kembali ke market Indonesia untuk rentang waktu yang lama. Karena itu kita lihat di bursa dan regional sendiri masih terjadi pola pergerakan melemah, timpalnya.
Untuk itu, Gina merekomendasikan
trading buy karena penguatan BUMI masih belum stabil dan secara teknikal jangka pendeknya masih belum
bullish. Trend-nya saat ini masih
bearish. Karena itu, penguatannya belum stabil ke arah Rp3.000, pungkasnya. [mdr]