INILAH.COM, Jakarta - Menjamurnya handset BlackBerry kurang diimbangi aplikasi lokal yang memadai. Selain sulitnya mendapat lisensi RIM, network operator yang tidak stabil menjadi kendala.
Produsen BlackBerry, Research In Motion (RIM) telah meluncurkan platform layanan baru bagi pengembang. Platform itu merampingkan proses bisnis dalam mengembangkan aplikasi di bidang periklanan, pembayaran, content-push dan location baru.
"RIM terus menyediakan tool, teknologi dan layanan bisnis yang diperlukan pengembang untuk menciptakan dan memasarkan aplikasi yang lebih baik dan sukses," kata Jim Balsillie, Co-CEO Research In Motion dalam keterangan yang diterima INILAH.COM, di Jakarta, kemarin.
Balsillie menyebut platform layanan baru itu membantu pengembang membangun aplikasi yang sangat responsif dan location-aware. Selain itu pengembang bisa menghasilkan uang lebih banyak dari aplikasi mereka.
Kemal Arsjad, Direktur Utama Better-B, perusahaan pengembang konten BlackBerry mengatakan potensi aplikasi lokal Indonesia sangat besar. Namun kendalanya untuk mendapat pengakuan dari RIM masih sulit.
Banyak perusahaan yang melamar menjadi rekanan RIM. Better-B satu dari sedikit pengembang konten Indonesia yang sudah mengantongi izin rekanan dari RIM, katanya saat dihubungi INILAH.COM.
Selain itu, pengembangan aplikasi lokal terkendala karena masalah kompatibilitas dengan operator. Banyak kejadian pengguna BlackBerry sering kali tidak dapat mengakses konten dari handset.
Secara teknologi sebenarnya di Indonesia sudah mendukung, tapi network operator masih belum stabil. Jadinya aplikasi konten yang disalahkan karena berat, kata Kemal.
Ia juga menambahkan, permasalahan lain menyangkut bandwidth yang disediakan operator masih sangat minim. Akibatnya sering terjadi bottleneck atau kemacetan aliran data.
Namun permasalahan bottleneck itu dibantah oleh Group Head Brand Marketing Indosat, Teguh Prasetya. Tergantung aplikasinya, ujarnya. Ia mencontohkan aplikasi Google Map bisa berjalan lancar di Indonesia kendati basisnya ada di luar negeri. Termasuk aplikasi khusus BlackBerry Indosat i-guard tidak pernah mengalami masalah.
Teguh menyebut kemungkinan masalah bisa terjadi di antara bandwidth operator dengan pengembang aplikasi. Harus diketahui di mana letak bottlenecknya, bukan berarti hal ini tidak bisa terselesaikan, tandasnya.
Ia menambahkan upgrade jaringan ke HSPA+ juga bisa menjadi sebuah solusi. HSPA+ akan jadi kemudahan bagi end-user untuk mengakses konten dengan kecepatan yang bisa diandalkan, imbuhnya. [mdr]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !