Gempa berkekuatan 6.7 SR, menguncang kota Bima, di Pulau Sumbawa, Nusa Tenggara Barat, Senin (9/11) pukul 03.41 WITA dini hari.
Melihat kondisi tersebut, BSMI langsung melakukan program tanggap bencana untuk membantu para korban gempa.
Pagi ini sebanyak 3 dokter dan 3 perawat beserta 2 relawan non medis telah tiba di lokasi bencana,tepatnya di Kota Bima NTB.
BSMI juga membawa bantuan logistik, alat-alat kesehatan dan obat-obatan, yang akan langsung didistribusikan kepada korban gempa.
Tim medis BSMI telah survei lokasi gempa untuk melakukan pelayanan kesehatan melalui program mobile clinic di titik-titik bencana.
Sedikitnya 6 kecamatan menderita kerusakan terparah yakni kecamatan Rasanae Barat, Mpunda, Raba, Rasanae Timur, Asakota dan Anggolawi.
Untuk membantu saudara kita yang menderita gempa di Bima, NTB, BSMI menerima donasi terbaik anda melalui Bank Syariah Mandiri, cabang tanjung Priok No. Rek. 020.003.8569 atas nama Bulan Sabit Merah Indonesia.
Laporan Tim Aju BSMI Hari pertama, Gempa yang terjadi di Bima (9/10) menimbulkan kerusakan di 7 kecamatan. Setelah tim BSMI bertemu Sekda Pemerintah Kab Bima Bpk. H. Masykur.
Dua wilayah kecamatan yang paling parah kerusakannya adalah Ambalawi dan Bolo.
Tim BSMI segera mensurvei lokasi dan mendapatkan fasilitas kesehatan seperti Puskesmas Kecamatan mengalami rusak berat, 4 sekolah rusak sedang, belasan rumah rusak berat, dan beberapa rumah yang retak-retak.
Tim Bulan Sabit Merah Indonesia (BSMI), yang terdiri dari BSMI Pusat, BSMI Cabang Surabaya dan Mataram BSMI Cabang Persiapan telah meninjau lokasi gempa bumi di gempa bumi di Bima NTB, Selasa (11/11).
Menurut Koordinator Penanganan Bencana BSMI Muhammad Rudi ada empat bangunan sekolah mengalami rusak berat.
Hal ini mengakibatkan siswa tidak sekolah karena tidak layak untuk digunakan untuk belajar dan mengajar.
"Ada sejumlah institusi sekolah yang rusak berat akibat gempa yang mengguncang Bima. Tercatat ada adalah 1 SMU, 1 SD, 1 TK dan 1 Sekolah Swasta Islam.
Sekolah sengaja meliburkan siswa untuk menghindari sisa reruntuhan yang dapat membahayakan para siswa," kata M. Rudi Rudi berasal dari tim BSMI Jakarta Pusat.
Sementara itu, hari Selasa (10/11) tim medis BSMI telah melakukan pelayanan kesehatan di pusat kesehatan daerah setempat, meskipun masih rusak parah.
Sebagian besar pasien baik dewasa dan anak muda yang mengalami trauma oleh gempa bumi yang terjadi di Bima. Menurut rencana, tim BSMI akan kembali mengadakan pelayanan kesehatan kepada korban gempa.
BSMI PUSAT (bsmi_pusat@yahoo.co.id)