INILAH.COM, Paris - Mantan petenis nomor satu dunia Marat Safin mengakhiri karirnya dengan kekalahan 6-4, 5-7, dan 6-4 dari Juara Amerika Serikat Terbuka Juan Martin del Potro di Paris Masters hari Rabu (11/11).
Petenis Rusia berusia 29 tahun itu, yang memenangkan tiga match point untuk menyingkirkan petenis Perancis Thierry Ascione di babak pertama turnament terakhirnya hari Senin lalu, mampu membuat kerepotan petenis Argentina nomor lima dunia itu.
Untuk beberapa saat, Safin mampu menunjukkan permainan terbaik di masa keemasannya saat memenangkan set kedua.
Namun petenis yang sempat menduduki peringkat pertama selama beberapa minggu di tahun 2000 dan 2001 dan kemudian terlempar dari 50 besar itu kehilangan set ketiga yang sepenuhnya dikendalikan Del Potro.
Safin, yang memenangkan tiga gelar pada even yang sama itu, sempat memaksakan match point saat tertinggal 5-3 melalui forehand-nya, namun servis Del Potro kemudian mengakhiri pertandingan dengan kemenangan.
Petenis yang tak pernah lagi meraih gelar sejak tahun 2005 itu meraih gelar AS Terbuka pada tahun 2000 dengan mengalahkan Pete Sampras di final penuh kenangan. Sejak itu ia dianggap sebagai salah satu pemain paling spektakuler di dunia, ia juga dikenang karena semangat pemberontakannya serta sifat humorisnya.
Munculnya Roger Federer, lalu Rafael Nadal, serta deraan cedera membuat Safin tak bisa mempertahankan permainan terbaiknya.[boy]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !