INILAH.COM, Jakarta Pada perdagangan Kamis (12/11), PT Bumi Resources (BUMI) diperkirakan masih akan menguat. Temporarinya sentimen positif, membuat kenaikan BUMI terbatas. Reklomendasi trading buy untuk BUMI! Gina Novrina Nasution, riset analis dari Reliance Securities mengatakan,
BUMI masih mendapat sentimen positif sesaat dari berita yang menyebutkan perseroan mendapat jatah divestasi 17% saham PT Newmont Nusa Tenggara (NNT). Namun, masih ada keraguan apakah aksi beli investor asing akan terus berlanjut.
BUMI akan mengarah ke level
resistance Rp2.525 dan Rp2.300 sebagai level
support-nya, katanya kepada Ahmad Munjin dari
INILAH.COM, di Jakarta.
Pada perdagangan Rabu (11/11) kemarin, BUMI ditutup menguat Rp275 (12,79%) menjadi Rp2.425, dengan intraday Rp2.450 dan Rp2.150. Volume transaksi mencapai 647,4 juta unit saham senilai Rp1,4 triliun dan frekuensi 17.801 kali. Berikut wawancara lengkapnya.
Setelah kemarin menguat tajam 12,79%, apakah BUMI masih punya peluang naik hari ini?Saya perkirakan BUMI masih bisa menguat namun terbatas. BUMI masih mendapat sentimen positif dari berita-berita yang dirilis kemarin.
BUMI akan mengarah ke level
resistance Rp2.525 dan Rp2.300 sebagai level
support-nya. Tapi, penguatan BUMI saat ini tetap saja hanya sesaat dan belum mengonfirmasi penguatan berikutnya yang
sustainable.
Kenapa penguatan BUMI hanya sesaat?Hal ini bukan hanya karena karakter investor lokal yang bermain jangka pendek, namun meski asing masih melakukan
net buy belum bisa mengonfirmasikan penguatan BUMI lebih jauh. Kalau kita lihat, kemain asing masih melakukan
net buy hingga Rp400 miliar.
Tapi
net buy itu belum bisa memastikan apakah asing masih akan masuk kembali ke market Indonesia untuk rentang waktu yang lama. Karena itu kita lihat di bursa dan regional sendiri masih terjadi pola pergerakan melamah.
Sentimen apa yang paling mempengaruhi pergerakan BUMI?Salah satunya adalah mendapatkan jatah divestasi 17% saham PT Newmont Nusa Tenggara (NNT). Padahal sebelumnya, BUMI hanya mendapat jatah 14% saham NNT. Ini masih akan menjadi sentimen positif di market.
BUMI juga masih mendapat angin segar dari aksi korporasi berupa kucuran dana investasi untuk pengembangan proyek Dairi sebesar US$211 juta. Dananya diambil dari penerbitan obligasi US$300 juta yang telah dilakukan pekan lalu. Dana tersebut akan digunakan untuk belanja modal, modal kerja dan dana eksplorasi.
BUMI melalui anak usahanya Calipso Investment Pte Ltd menguasai 98,39% saham Herald Resources. Perusahaan tambang asal Australia ini
kan tercatat di Australian Securities Exchange (ASX) dan menguasai 80% saham di proyek Dairi. Sisanya sebesar 20% dimiliki PT Aneka Tambang (ANTM).
Sentimen dari kedua aksi korporasi ini bisa mengonfirmasi penguatan BUMI lebih lanjut?Semua sentimen positif itu hanyalah sesaat. Karena itu, untuk mengarah kembali ke level Rp3.000, BUMI masih memerluakan koreksi terlebih dahulu ke arah
support Rp1.975.
Bagaimana dengan sentimen market?Untuk hari ini, sentimen positif penguatan bursa global dan regional juga bisa menjadi pemicu kenaikan saham BUMI.
Rebound-nya Bursa global dan regional sendiri seiring dirilisnya data
consumer confidence yang menjadi sentimen positif. Karena itu secara otomatis sentimen negatifnya berkurang bagi indeks kita termasuk BUMI.
Apalagi, Kamis nanti malam akan dirilis laporan
jobless claim mingguan yang diperkirakan akan menurun sehingga menjadi sentimen positif juga bagi market sampai penutupan sesi dua.
Lantas, apa rekomendasi Anda untuk BUMI?Trading buy karena penguatan BUMI masih belum stabil dan secara teknikal jangka pendeknya pun tren BUMI masih belum
bullish. Tren-nya saat ini masih
bearish. Karena itu, penguatannya belum stabil ke arah Rp3.000 lagi. [ast]