INILAH.COM, Beijing - PM Wen Jiabao menegaskan China akan mempertahankan kebijakan moneter yang longgar walaupun masih mengalami beberapa masalah.
"Trend pemulihan ekonomi China terus terkonsolidasi meski masih menghadapi beberapa kesulitan dan masalah," kata Wen di forum Dunia 2010 Expo yang akan diadakan di Shanghai Kamis (12/11).
Perekonomian China saat ini menunjukan sebagai perekonomian terbesar ketiga di dunia pulih kembali dengan kuat dari krisis global. "Kami akan terus menerapkan kebijakan fiskal aktif dan dengan moderat melonggasrkan kebijakan moneter ... untuk memfasilitasi percepatan dan stabilisasi pertumbuhan Ekonomi China," katanya, menurut transkrip pidatonya yang dimuat di website Shanghai Expo.
Wen mengomentari konsisten kebijakan yang dibuat beberapa pejabat senior baru-baru ini dan dikeluarkan sehari setelah data resmi untuk Oktober yang menunjukkan perekonomian di jalur yang tepat untuk melebihi target pertumbuhan pemerintah sebesar delapan persen untuk 2009.
Pemulihan China dari krisis global didorong paket stimulus senilai empat triliun yuan (585 miliar dolar AS) tahun lalu dan pinjaman bank yang agresif - memicu spekulasi Beijing akan segera mengubah kebijakan kencangkan.
Perekonomian tumbuh 8,9 persen selama tahun di kuartal ketiga - tercepat dalam satu tahun - setelah tumbuh 7,9 persen pada kuartal kedua dan 6,1 persen dalam tiga bulan pertama.
Tapi Wen mengingatkan Beijing harus menerapkan kebijakan yang diperlukan, dengan mengatakan pemerintah perlu menjaga "keseimbangan" ekonomi, mengelola ekspektasi inflasi dan meningkatkan fleksibilitas dan kesinambungan berbagai kebijakan. [*/hid]