INILAH.COM, Jakarta Paruh pertama perdagangan pekan ini, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup di area hijau. Saham sektor komoditas memimpin penguatan dengan di dominasi ADRO dan BUMI. Pada perdagangan Jumat (13/11) sesi siang, IHSG

terpantau naik tipis -,2% ke level 2.425,2. indeks saham unggulan LQ45

naik 0,26% ke 478.23 dan indeks JII

naik 0,31% ke 396.6. Nilai transaksi Rp 1,458 triliun, dengan volume 3.924 juta lembar saham dan frekuensi 29.287 kali. Sebanyak 71 saham naik, 65 saham turun dan 60 stagnan.
Sektor perkebunan memimpin penguatan bursa mencapai 1,43%, disusul sektor tambang yang naik 0,8%, konsumsi 0,5%, finansial 0,4%, industri dsari 0,3%, dan manufaktur 0,23%.
Beberapa sektir yang masih melemah antara lain aneka industri, infrastruktur, perdagangan dan properti.
Saham Adaro (
ADRO) dan PT Bumi Resources (
BUMI) mendominasi perdagangan di lantai bursa. ADRO ditutup naik Rp70 ke level Rp1.690 dengan nilai transaksi Rp416 miliar, atau 28,5% total perdagangan siang ini. Sedangkan BUMI stagan di Rp2400 dengan nilai transaksi Rp251 miliar, 17,2% total transaksi.
Ukie Jaya Mahendra, Direktur Paramitra Alfa Sekuritas memperkirakan, IHSG hingga penutupan sore nanti akan bergerak
mixed cenderung
flat. Indeks akan bergerak pada kisaran
support 2.400 dan
resistance 2.420-2.450, katanya kepada
INILAH.COM, di Jakarta, Jumat (13/11).
Terbatasnya pergerakan bursa disebabkan pelemahan harga minyak dunia yang nyaris 3% ke level US$ 77 per barel

. Bahkan, saat bursa Asia dibuka, harga minyak sudah menyentuh level US$ 76 per barel.
Anjloknya harga minyak disebabkan menguatnya nilai tukar dolar dan kenaikan cadangan minyak mentah di AS. Departemen Energi AS merilis data cadangan minyak mentah pekan lalu yang mengalami peningkatan sebesar 1,8 juta barel. Kenaikan ini jauh melampaui estimasi sebelumnya, ujarnya.
Karena itu, pelaku pasar masih
wait and see terhadap sentimen indeks regional. Bahkan, saham-saham kelompok Bakrie pun hari ini diperkirakan tidak akan bergerak banyak karena volatilitasnya yang sangat tinggi kemarin. Begitu juga dengan BUMI yang hari ini berpeluang stagnan dan baru akan bergerak pada pekan depan, timpalnya.
Sementara itu dari dalam negeri sendiri belum ada sentimen yang bisa menggerakkan indeks. Pasalnya, faktor penggerak indeks adalah Grup Bakrie yang sampai saat ini belum merilis laporan keuangan triwulan ketiga tahun ini.
Saham-saham pilihannya adalah PT Bank Rakyat Indonesia (
BBRI), PT Astra Internasional (
ASII), dan PT Indofoof (
INDF). Saya rekomendasi akumulasi
buy untuk saham-saham tersebut. Sedangkan BUMI masih bisa untuk
trading buy, imbuhnya.
Ukie juga menyarankan agar pelaku pasar mencermati saham-saham
second liner yang akan melakukan aksi korporasi. Di antaranya adalah PT Bisi International (
BISI ), PT Mobile-8 Telecom (FREN) dan PT Delta Dunia Petroindo (DOID), tuturnya.
Di sisi lain, tim riset Reliance Securities memperkirakan IHSG pada perdagangan hari ini akan mengalami profit taking. Secara teknikal, Williams %R yang akan memasuki area
overbought dan berpotensi terjadi
profit taking.
Kendati demikian, IHSG dalam jangka menengah masih dalam pola
trend bullish. Indeks hari ini akan bergerak di kisaran
resistance 2.435/2470 dan
support 2.406/2.372, katanya.
Siang ini, beberapa emiten yang menguat antara lain PT Bank Rakyat Indonesia (
BBRI) naik Rp 150 menjadi Rp 7.450, Indo Tambangraya (
ITMG) naik Rp 50 menjadi Rp 25.150, Bank Mandiri (
BMRI) naik Rp 25 menjadi Rp 4.725, dan PT Indocement Tunggal Prakarsa (
INTP) naik Rp 100 menjadi Rp 11.600.
Demikian pula saham Gudang Garam (
GGRM) naik Rp 250 menjadi Rp 16.750, Astra Agro Lestari (
AALI) naik Rp 250 menjadi Rp 22.250, PT PP London Sumatra Indonesia (
LSIP) terangkat Rp 150 menjadi Rp 7.700, dan PT Sampoerna Agro (
SGRO) menguat Rp 75 ke level Rp 2.450. [mdr]