INILAH.COM, London - Kacang Brazil yang sebelumnya diyakini dapat meningkatkan sistem imun tubuh dan mencegah penyakit kanker, ternyata berisiko meningkatkan sakit jantung dan kolesterol.
Penelitian yang dilakukan Warwick University, Coventry, Inggris menemukan tingginya tekanan darah yang mengandung zat selenium dalam kacang Brazil, biji-bijian, ikan dan daging. Semua jenis makanan itu diyakini memicu tekanan darah dan kolesterol.
Risiko kolesterol dan sakit jantung diketemukan pada orang yang mengkonsumsi makanan plus kacang Brazil yang umumnya dipakai sebagai suplemen diet dan pencegah kanker. Peneliti juga menemukan kadar selenium meningkat 10% dalam darah orang yang mengkonsumsi kacang Brazil.
Penelitian ini sebelumnya telah memberikan peringatan kepada 1.042 orang berusia 19-64 yang mengikuti program diet oleh Lembaga Diet dan Nutrisi Inggris pada 2000 hingga 2001.
Hasil penelitian Warwick University menemukan konsentrasi selenium dalam darah lebih tinggi 1.20 micromoles per liter, sementara kadar kolesterol rata-rata meningkat 8%. Ini merupakan tingkat yang 'buruk' untuk jenis kolesterol karena akan menimbulkan efek sakit jantung hingga 10%.
Penelitian ini tidak memperhitungkan kesehatan perorangan atau apakah mereka mengambil obat penurun kolesterol.
Kadar kolesterol tinggi merupakan faktor risiko penyakit jantung dan stroke. Kacang Brazil sangat kaya dengan selenium, meski rata-rata asupan rata-rata mineral orang Inggris hanya setengah dari tingkat yang direkomendasikan tapi dengan penambahan suplemen kacang Brazil, kondisi ini makin memperburuk.
"Kami percaya bahwa penggunaan suplemen selenium, atau strategi lain yang artifisial guna meningkatkan status selenium di atas tingkat kebutuhan adalah tidak beralasan saat ini," kata Dr Saverio Stranges, pimpinan penelitian, seperti dikutip dari Daily Mail.
Hasil penelitian ini telah dilaporkan dalam Journal of Nutrition. Meski telah terbukti, hasil penelitian ini masih diragukan beberapa ahli gizi.
"Kami percaya bahwa penggunaan suplemen selenium, tidak bisa memastikan apakah ini memiliki hubungan atau tidak. Bisa jadi karena meningkatnya diet selenium atau faktor-faktor lain. Terlalu dini untuk menyarankan bahwa suplemen kacang Brazil dan yang mengandung selenium berbahaya bagi kesehatan jantung," kata Dr Carrie Ruxton, penasihat gizi independen. [mor]