INILAH.COM, Jakarta - Bank Indonesia menegaskan penguatan rupiah pekan ini karena adanya capital inflow ke Indonesia setelah investor global melihat ekonomi AS sudah stabil.
Hal itu dikatakan Deputi Senior Bank Indonesia Darmin Nasution kepada pers di Kantor BI, Jumat (13/11). "Kalau di AS ekonominya sudah relatif agak aman itu jkemudian dananya berani keluar lagi dari AS. Jadi datang lagi ke sini. Sangat ironi memang kalau ekonomi AS tidak baik malah dananya lari ke sana," katanya.
Hal ini sudah pernah terjadi saat awal terjadinya krisis keuangan global pada akhir tahun lalu. Saat itu, banyak dolar yang terserap ke AS karena sagnat membutuhkan suply dolar yang sedang terkena krisis.
Pada dasarnya, lanjut Darmin, jumlah dana yang cukup besar memerlukan tempat untuk berinvestasi. Saat ini Indonesia dianggap cukup menarik untuk dolar mereka sehingga ada capital inflow. "Lihat saja cadangan devisa kita sudah naik, indikasinya itu," paparnya. [hid]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !