INILAH.COM, Jakarta - Drama Cicak Vs Buaya yang begitu menyedot perhatian akan mengalami puncaknya. Sebab, tujuan sesungguhnya perseteruan KPK-Polri itu adalah membongkar kasus Bank Century.
Hal ini diungkapkan oleh Sekjen Jaringan Nusantara, Andi Arief kepada INILAH.COM, Jumat (13/11). Menurutnya, ingar-bingar perkara yang menimpa Chandra dan Bibit, bukan untuk mengalihkan isu kasus dana talangan Century Rp 6,7 triliun.
Nama Wapres Boediono yang disebut-sebut selama ini, lanjut Andi Arief, siap diperiksa. Boediono sendiri, ujarnya, sudah menjelaskan apa yang dilakukannya untuk mengatasi keadaan darurat. Sebab, saat itu sedang terjadi kesulitan yang luar biasa termasuk dalam hal likuiditas.
"Sri Mulyani pernah menyatakan siap diperiksa. Boediono pun bersikap sama," ujar Andi Arief yang saat ini masih menjabat sebagai komisaris PT Pos Indonesia.
Selain itu, Andi Arief menambahkan sejak awal Presiden SBY ingin skandal Bank Century dibuka agar terang benderang, apakah ada atau tidak kesalahan dan unsur korupsi. Karena itu, sambungnya, seluruh pihak agar bersabar menunggu hasil audit investigasi Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).
"Kita lihat audit investigatif BPK, dan aparat hukum harus cepat meresponnya," pungkasnya. [bar]