INILAH.COM, Jakarta Akhir pekan ini, IHSG berhasil bertahan di area hijau. Duet maut saham BUMI dan ADRO melambungkan sektor tambang dan menjaga bursa tetap di teritori positif. Pada perdagangan Jumat (13/11), IHSG

akhirnya ditutup naik tipis 6,520 poin (0,27%) ke level 2.426,801. Indeks saham unggulan LQ 45

naik 1,255 poin (0,26%) ke level 478,203 dan indeks JII

naik 0,33% ke 396.67.
Bursa saham Indonesia dibuka terkoreksi tipis 0,15% ke level 2416. Namun indeks bisa segera berbalik arah hingga sesi siang menguat ke level 2.425. Namun, Pergerakan indeks cenderung flat hingga akhir sesi dengan ditutup di angka 2.426.
IHSG akhir pekan ini berhasil berakhir di area positif, dengan pergerakan yang flat dan transaksi yang menipis. Tekanan datang dari negatifnya bursa AS dan
mixed-nya bursa regional.
Bursa regional bergerak turun sehingga IHSG berfluktuasi, ujar Budi Ruseno dari Bhakti securities.
Harga komoditas yang kembali bergerak naik, menjadi sentimen positif yang mendongkrak bursa. Harga minyak mentah naik 0,29% ke level US$76,94 per barel dan harga CPO di Malaysia naik 0,25% ke level RM 638,92 per ton.
Saham perbankan seperti PT Bank Rakyat Indonesia (
BBRI), Bank Mandiri (
BMRI) dan Bank Nasional Indonesia (
BBNI) menjadi pengerak indeks, terkait rencana ketiga emiten ini membagikan dividen.
Sektor-sektor saham bergerak imbang di lantai bursa. Penguatan bursa dipimpin sektor pertambangan yang naik 1,6%, disusul sektor perkebunan yang naik 1,3%, konsumsi 0,9%, finansial 0,4% dan manufaktur 0,2%. Sedangkan sektor infrastruktur memimpin penurunan bursa dengan jatuh 0,7%, properti dan perdagangan melemah 0,5%, industri dasar 0,2% dan aneka industri 0,2%.
PT Adaro (
ADRO) dan PT Bumi Resources (
BUMI) mengokohkan posisinya sebagai dua saham teraktif di lantai bursa sejak pembukaan perdagangan. ADRO ditutup menguat Rp90 ke level 1710, dan mendominasi penguatan bursa dengan nilai transaksi Rp614 miliar, atau 21,4% dari total perdagangan hari ini.
Sedangkan BUMI ditutup naik Rp50 ke level Rp2.450, dengan nilai transaksi Rp525 miliar,atau 18,3% total perdagangan.
Perdagangan menipis, dengan volume transaksi tercatat sebanyak 5.215 juta lembar saham, senilai Rp 2.868 triliun dan frekuensi mencapai 59.969 kali. Sebanyak 101 saham naik, 69 saham turun dan 72 stagnan.
Beberapa emiten yang menguat antara lain Gudang Garam (
GGRM) naik Rp 650 menjadi Rp 17.150, Indo Tambangraya Megah (
ITMG) naik Rp 550 menjadi Rp 25.650, PT PP London Sumatra Indonesia (
LSIP) menguat Rp 200 menjadi Rp 7.750, dan PT Astra Agro Lestari (
AALI) terangkat Rp 150 di posisi Rp 22.150, PT Bank Rakyat Indonesia (
BBRI) naik Rp 150 menjadi Rp 7.45 dan Bakrie Sumatera Plantations (
UNSP) naik Rp 30 menjadi Rp 760.
Sedangkan emiten-emiten yang merosot antara lain Semen Gresik (
SMGR) turun Rp 200 menjadi Rp 7.150, United Tractor (
UNTR) turun Rp 150 menjadi Rp 15.550, Astra International (
ASII) turun Rp 50 menjadi Rp 32.700, Indosat (
ISAT) turun Rp 150 menjadi Rp 5.150.
IHSG menguat di tengah variatifnya bursa regional. Indeks Komposit Shanghai di China naik 14,70 poin (0,46%) ke level 3.187,65, indeks Hang Seng naik 156,06 poin (0,70%) ke level 22.553,63. dan Straits Times terangkat 0,99 poin (0,04%) di posisi 2.727,23.
Sedangkan indeks Nikkei-225 di Jepang ditutup melemah 34,18 poin (0,35%) ke level 9.770,31, indeks KOSPI melemah 0,74 poin ke level 1.571,99 dan indeks Straits Tipis turun tipis 0,71 poin ke level 2.725,53. [mdr]