INILAH.COM, Kairo Tim nasional Aljazair mendapat serangan ketika sedang berada di dalam bus setelah meninggalkan bandara Kairo. Tiga pemain dilaporkan menderita luka-luka.
Menurut RMC, tiga pemain Aljazair yang terluka adalah Rafik Saifi, Rafik Halliche dan Khaled Lemmouchia. Saifi menderita luka di tangan, sementara Halliche dan Lemmouchia menderita luka di kepala.
Tidak diketahui dari mana serangan tersebut berasal, namun seluruh tim Aljazar menumpahkan emosinya terkait dengan penyerangan tersebut.
Timnas Aljazair sedang berada di Kairo, Mesir, untuk melakukan pertandingan kualifikasi Piala Dunia 2010 pada 14 November mendatang.
Mereka menyerang bis kami dengan batu besar. Beberapa pemain menderita luka di kepala. Mereka terbaring di dalam bis. Semua kaca pecah. Selama nyawa kami tidak dapat dijamin kami takut untuk melakukan pertandingan ini, ujar Antar Yahia, seorang pemain Aljazair.
Mereka (petugas keamanan) membiarkan pelaku melakukan penyerangan. Anda tidak dapat melempar batu seberat lima kilogram dari jarak 50 meter. Mereka membiarkannya dan hanya menyaksikannya. Sangat memalukan, di kandang kami, kami menyambut mereka dengan bunga, sambungnya.
Presiden Asosiasi Sepak Bola Aljazair (AFA), Mohammed Rouaroa, mengatakan Tidak ada pertandingan karena tidak ada jaminan keamanan. Jika kondisi terus seperti ini kami tidak akan bermain.
Berita ini mendapat tanggapan beragam dari pihak Mesir. Sebuah media olahraga terkemuka Mesir, Hayat FM mengatakan tuduhan yang mengatasnamakan penduduk setempat merupakan fitnah belaka.
Sementara DPA menyatakan media membesar-besarkan kejadian kecelakaan yang menimpa bis timnas Aljazair. Sedangkan Goal.com menuliskan pihak Mesir telah meminta maaf atas kejadian ini pada sang tamu.[nov]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !