inovasi portal berita
Sabtu, 11 Februari 2012 Follow: Facebook twitter Dollar Kurs BI: 1 US Dollar = Rp.8,993.00   Mobile Mobile   Newsletter Newsletter   RSS RSS

'Bos Mafia Tertangkap di Akhir Cerita'

Headline
Boni Hargens - inilah.com /Dokumen
Oleh: Vina Nurul Iklima
Jumat, 13 November 2009 | 17:30 WIB
INILAH.COM, Jakarta - Para inisiator hak angket kerap mengecam keras Menteri Keuangan dan Gubernur Bank Indonesia sebagai pihak yang terlibat dalam skandal Bank Century. Namun, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono tak tersentuh mahakasus perbankan itu. Pansus ciut menjerat SBY?

"Terlalu dini menyerang SBY. Kalau Anda menonton film mafia, kepala mafia selalu terakhir ditangkap. Bisa terbunuh atau melarikan diri. Atau kalau tetap menang, akan melanjutkan sistem mafia itu," kata Direktur Lembaga Pemilih Indonesia Boni Hargens dalam diskusi 'Jangan Lupakan Century' di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Jumat (13/11).

Boni tak ingin melanjutkan pembahasan yang berkutat di dugaan publik bahwa ada keterlibatan SBY dalm skandal Bank Century. Namun, langkah pembentukan hak angket Bank Century di DPR merupakan jalan awal titik terang menemukan kebenaran.

"Makanya angket harus jalan. Tapi jangan suam-suam kuku. Supaya rakyat kita bisa yakin pada DPR," ujar Boni.

Selama alasan pembentukan hak angket itu murni demi membela keadilan rakyat, Boni mengapresiasinya. Dia tak berharap para inisiator meneriakkannya demi kepentingan politis dan golongan. "DPR harus memerankan pengawasan secara optimal," ujarnya.

Dia menilai bergantung pada audit BPK adalah ahal yang keliru. Sebab, DPR punya kewenangan diri hak angket dan ini pun bisa mendorong BPK untuk menyelesaikan audit. "Jangan malah molor karena lempar-lemparan," tandasnya. [ikl/nuz]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
BERITA TERKINI
BERITA POPULER
RSS| Layanan Mobile| Tentang Kami| Disclaimer| Kontak Kami| Karir| Newsletter
Copyright 2008 - 2012 inilah.com, All rights reserved inilah.com.