INILAH.COM, Jakarta - Para inisiator hak angket kerap mengecam keras Menteri Keuangan dan Gubernur Bank Indonesia sebagai pihak yang terlibat dalam skandal Bank Century. Namun, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono tak tersentuh mahakasus perbankan itu. Pansus ciut menjerat SBY?
"Terlalu dini menyerang SBY. Kalau Anda menonton film mafia, kepala mafia selalu terakhir ditangkap. Bisa terbunuh atau melarikan diri. Atau kalau tetap menang, akan melanjutkan sistem mafia itu," kata Direktur Lembaga Pemilih Indonesia Boni Hargens dalam diskusi 'Jangan Lupakan Century' di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Jumat (13/11).
Boni tak ingin melanjutkan pembahasan yang berkutat di dugaan publik bahwa ada keterlibatan SBY dalm skandal Bank Century. Namun, langkah pembentukan hak angket Bank Century di DPR merupakan jalan awal titik terang menemukan kebenaran.
"Makanya angket harus jalan. Tapi jangan suam-suam kuku. Supaya rakyat kita bisa yakin pada DPR," ujar Boni.
Selama alasan pembentukan hak angket itu murni demi membela keadilan rakyat, Boni mengapresiasinya. Dia tak berharap para inisiator meneriakkannya demi kepentingan politis dan golongan. "DPR harus memerankan pengawasan secara optimal," ujarnya.
Dia menilai bergantung pada audit BPK adalah ahal yang keliru. Sebab, DPR punya kewenangan diri hak angket dan ini pun bisa mendorong BPK untuk menyelesaikan audit. "Jangan malah molor karena lempar-lemparan," tandasnya. [ikl/nuz]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !