INILAH.COM, Jakarta - Penerbitan obligasi dan sukuk ijarah PT Mitra Adi Perkasa I dengan total Rp500 miliar akan digunakan untuk refinancing pinjaman sindikasi.
"Pelunasan utang ini kesempatan agar laporan laba rugi jelas sehingga tidak terombang ambing karena kurs," ujar Direktur MAPI Susiana Latif, Jumat (13/11).
Ia mengatakan utang jatuh tempo yang akan dilunasi pada Juni 2010 tapi setiap 6 bulan sekali utang jatuh tempo paling dekat pada 24 Desember 2009. Menurut Susiana, saat ini kesempatan baik untuk melunasi utang. Utang dolar dan Yen harus dicantumkan dalam laporan keuangan sementara dalam obligasi dalam rupiah bisa menjadi lebih jelas.
Susiana mengatakan, total utang sebesar Rp 1,2 triliun termasuk utang Rp 500 miliar. Pinjaman sindikasi dari 13 bank beberapa di antaranya Standard Chartered,BNI 1946,Bank Danamon dan Mizuho. Sedangkan kas internal digunakan untuk ekspansi.
Pada 2009, MAPI mengganggarkan belanja modal Rp 100 miliar dengan target pertumbuhan 15% hingga 20%. "dana belanja modal ini sudah terpakai salah satu untuk pembukaan gerai," kata Susiana.
Namun, anggaran belanja modal pada 2010 sedang dalam tahap budgeting. "Pada tahun depan akan kembangkan department store, speciality store dan starbucks," ujar Susiana.
MAPI akan menerbitkan obligasi senilai Rp300 miliar dengan seri A bertenor 3 tahun, untuk indikasi bunga 11% hingga 12,25" atau menggunakan FR23+250-375 bps. Selain itu seri B dengan tenor 5 tahun dengan indikasi bunga 11,75% hingga 13% atau FR 26+(250-375) bps.
Direktur Standard Chartered Agus Wicaksono mengatakan kondisi pasar obligasi cukup baik dibandingkan akhir tahun lalu. Pasar obligasi Indonesia lebih baik. Sehingga itu menjadi pertimbangan kupon bunga obligasi. [hid]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !