Minggu, 27 Mei 2012 | 14:25 WIB
Follow Us: Facebook twitter
Indeks Dolar Koreksi, Rupiah Terangkat
Headline
inilah.com/Agung Rajasa
Oleh: Ahmad Munjin
web - Jumat, 13 November 2009 | 18:49 WIB
INILAH.COM, Jakarta - Sentimen positif bursa saham telah menopang kenaikan di pasar uang. Rupiah akhir pekan ini pun menguat, dipicu penurunan indeks dolar AS ke level 75,368.
Kurs rupiah di pasar spot valas antar bank Jakarta, Jumat (13/11) menguat 60 poin (0,637%) terhadap dolar AS menjadi 9.355/9.365 ketimbang posisi kemarin di 9.415/9.425. Berdasarkan data Bloomberg pukul 17.00 WIB rupiah menguat 35 poin (0,371%) menjadi 9.375 per dolar AS .
Ariston Tjendra, analis PT Monex Investindo Futures mengatakan, rupiah menguat seiring tren dolar AS yang secara keseluruhan masih lemah. Karena itu, rupiah menguat ke level 9.355 meskipun sepanjang perdagangan sempat menyentuh 9.435, katanya kepada INILAH.COM, di Jakarta, Jumat (13/11).
Menurutnya, saat ini indeks dolar AS turun ke level 75,368, setelah kemarin berada di angka 75,767. Pada petengahan 2009, indeks dolar sempat mencapai rekor tertinggi di level 80. Ketika itu, rupiah melemah di level 10.100.
Namun, saat ini rupiah sudah menguat ke level 9.300-an, mengindikasikan saat ini merupakan tren pelemahan dolar AS. Dolar AS terhadap semua mata uang utama pun hari ini melemah. Terhadap euro dolar AS terkoreksi di level US$1,4820, imbuhnya.
Sementara itu, pelemahan harga minyak ke level US$77 per barel dari sebelumnya US$79 per barel tidak menjadi tekanan bagi rupiah. Pasalnya, pelemahan itu semata karena kenaikan cadangan minyak AS. Tapi tren minyak sebenarnya masih menguat karena tertopang pelemahan dolar AS. Pada akhirnya tetap harga minyak akan memperkuat rupiah, ujarnya.
Saat harga minyak menguat, lanjutnya, terlihat ada peralihan aset dari dolar AS ke komoditas minyak. Akibatnya, dolar AS tertekan dan bursa saham pun menguat. Karena itu, rupiah diuntungkan dari sisi pelemahan dolar AS dan capital inflow di pasar saham, tambahnya.
Dari sisi internal, imbuh Ariston, penguatan mata uang Ri juga terjadi seiring rilisnya prediksi BI terkait PDB kuartal empat yang naik di level 4,1%. Sedangkan untuk tahunannya di posisi 4,2%. Hal ini mengindikasikan ekonomi Indonesia masih tangguh. Rasa percaya pasar bertambah kuat, pungkasnya.
Nilai tukar rupiah sore ini ditransaksikan di level 8.716 terhadap dolar Australia, di 13.990 atas mata uang gabungan negara-negara Eropa (euro) dan di level 6.774 terhadap dolar Singapura. Sementara mata uang kawasan mendominasi penguatan terhadap dolar AS. Hanya lima mata uang yang melemah.
Dolar Hong Kong menyusut 0,0001% menjadi 7.750, dolar Australia melandai 0,51% ke angka 0.928, dolar New Zealand terkoreksi 0,33% ke posisi 0.735, baht Thailand terdepresiasi 0,03% ke level 33.285, dan won Korsel turun 0,24% terhadap dolar AS menjadi 1.160. Selebihnya, mata uang kawasan menguat.
Yen Jepang naik 0,24% ke angka 90.150, dolar Singapura terangkat 0,17% ke posisi 1.387, dolar Taiwan terdongkrak 0,38% ke level 32.199, peso Filipina menggeliat 0,36% menjadi 46.700, rupee India terapresiasi 0,59% ke posisi 46.371, yuan China merambat naik 0,0051% ke angka 6.826, dan ringgit Malaysia bangkit 0,17% ke level 3.376 per dolar AS. [ast/mdr]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.