INILAH.COM, Jakarta - Pergerakan IHSG
pada pekan kedua bulan November ini sangat sepi karena investor lebih memilih melakukan wait and see terhadap sentimen positif yang masuk.Hal itu dikatakan pengamat pasar modal, Deni Hamzah kepada
INILAH.COM kemarin. "Pekan ini indeks septi dari sentimen positif sehingga investor wait and see karena saat ini indeks sudah cukup tinggi harganya," katanya.
Perdaganagan lebih banyak bersifat spekulatif sehingga volume perdagangan relatif kecil. Investor banyak yang memainkan saham lapis kedua dan ketiga. Walaupun saat ini waktunya untuk masuk ke saham-saham unggulan karena sudah terkoreksi cukup banyak
Sentimen yang menggerakkan indeks terjadi karena ekspektasi terhadap masing-masing saham. Beberapa saham yang sempat mendongkrak kenaikan indeks seperti saham Bumi Resources (BUMI) setelah diperkirakan akan menguasai divestasi saham Newmont Nusa Tenggara setelah menggandeng Pemda NTB. Selain itu ada saham Indo Tambangraya Megah (ITMG), Adaro Energy ADRO) dan Bank Negara Indonesia (BBNI) yang masuk Morgan Stanley Capital International (MSCI) Indeks. Dengan masuknya ketiga saham ini maka investor asing memiliki panduan terhadap saham di bursa Indonesia yang memiliki prospek baik.
Saham-saham ini mendorong kenaikan saham lain sehingga mengangkat indeks tetap berada di atas level 2.400. Walaupun pekan ini faktor eksternal seperti sentimen dari bursa global dan bursa regional lebih banyak terkoreksi. Minyak mentah pun saat ini terkoreksi di level US$76 per barel. [hid]