INILAH.COM, Seoul - Keberadaan Presiden AS Barack Obama di Asia semakin membuat Korea Utara gencar melancarkan ancaman. Apa lagi kali ini?
Militer Korut memperingatkan Korsel pihaknya siap berperang terkait sengketa perbatasan laut. Ancaman ini baru saja diumumkan pada Jumat (13/11), seperti dilansir Reuters, di saat Obama baru saja tiba di Jepang.
Militer Korut mengatakan dalam pesan yang disampaikan oleh kantor berita KCNA, bahwa pihaknya tidak menganggap sah perbatasan laut yang ditetapkan secara sepihak oleh pasukan Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) pada 1950-an ketika Perang Korea berakhir.
Kedua Korea pun untuk pertama kalinya terlibat lagi dalam bentrokan laut dalam tujuh tahun terakhir, Selasa (10/11) lalu di sepanjang perbatasan laut lepas pantai yang disengketakan. Tak ada laporan korban jiwa dalam peristiwa tersebut.
Namun sebuah kapal Korsel berlubang-lubang dihujani belasan peluru dan kapal patroli Korut terbakar saat kembali ke negaranya. Keduanya saling tuding mengenai siapa sebenarnya yang salah. Secara teknik, kedua negara memang masih dalam keadaan berperang.
Obama sendiri mengatakan dalam wawancara, bahwa program nuklir dan rudal Korut menjadi ancaman bagi keamanan Asia. Pyongyang harus kembali ke meja perundingan perlucutan senjata nuklir enam negara.
Para analis mengatakan, Washington tidak akan menandatangani kunjungan utusannya, Stephen Bosworth, ke Korea Utara selama tidak ada jaminan bahwa Pyongyang kembali ke meja perundingan perlucutan senjata. [*/vin]