inovasi portal berita
Sabtu, 11 Februari 2012 Follow: Facebook twitter Dollar Kurs BI: 1 US Dollar = Rp.8,993.00   Mobile Mobile   Newsletter Newsletter   RSS RSS

Sepekan Bergairah, Bursa Asia Gugur

Headline
inilah.com/Agung Rajasa
Oleh: Vina Ramitha
Jumat, 13 November 2009 | 20:48 WIB
INILAH.COM, Jakarta Hari terakhir perdagangan, bursa saham Asia berguguran. Namun sepanjang pekan ini, indeks MSCI tetap bergairah, terutama setelah loyo empat pekan belakangan.
Indeks Morgan Stanley Capital Indices (MSCI) Asia Pasifik menguat 67% setelah mencapai titik terendahnya dalam lima tahun terakhir, pada perdagangan 9 Maret lalu. Valuasi indeks mencapai 22 kali estimasi pendapatan. Sementara indeks S&P 17 kali dan Dow Jones 15 kali.
Menurut Michiya Tomita dari Mitsubishi UFS Asset Management Co. di Hong Kong, ada faktor yang mempengaruhi valuasi itu. Kita harus melihat apakah korporasi akan terus membukukan pendapatan positif. Ini sangat membantu menentukan valuasinya, papar ahli pasar modal yang membantu mengatur dana US$67 miliar, Jumat (13/11).
Selama Oktober, MSCI turun 1,3%, koreksi bulan pertama sejak Februari, akibat keputusan bank sentral Australia menaikkan suku bunga. Saat bersamaan, pemerintah India mengubah kebijakan domestik guna meredam laju inflasi.
Di indeks MSCI, sebanyak lima saham turun untuk setiap empat yang naik. Indikator ini naik 0.3% menjadi 118.14 pada pukul 7:22 p.m. di Tokyo, dam membukukan kenaikan 1.5% pekan ini. MSCI jatuh 2.5% dari level tertingginya dalam 13 bulan terakhir pada 20 Oktober, di tengah kekhawatiran pemerintah akan menarik stimulusnya.
Banyak investor skeptis, apakah pemulihan global ini bisa berlangsung dan imbasnya bagi ekuitas ke depannya, ujar Allan Yu yang mengelola dana US$4 miliar di Metropolitan Bank & Trust Co. cabang Manila.
Sedangkan indikator S&P turun 1% setelah mencapai angka tertingginya, akibat terseret produsen energi. Harga minyak mentah di New York turun 3% ke US$76,94 per barel, harga terendah sejak 10 Oktober. Departemen Energi AS melaporkan suplai minyak mentah pekan lalu naik 1,76 juta barel ke 337,7 juta barel.
Indeks Metal London jatuh 0,8% ke level terdalam. Saham BHP Billiton, perusahaan tambang dan produsen minyak terbesar Australia pun turun 1,4%.
Saham Rio Tinto Ltd. perusahaan tambang terbesar ketiga dunia melorot 0,5%, saham PetroChina Co., perusahaan minyak terbesar di Negeri Tirai Bambu, turun 1,3% dan produsen logam terbesar China, Jiangxi Copper Co. Ltd., turun 1,4%.
Indeks komposit Shanghai naik 14,7 poin (0.5%) menjadi 3.187,65. Sepekan ini, Shanghai naik 0.7%, dipicu rencana kedatangan Presiden AS Barack Obama ke China sebagai bagian kunjungan sepekannya di Asia. Pasar berekspektasi ada kelanjutan kerjasama di sektor energi.
Investor pun mengalihkan dana mereka ke sektor energi terbarukan dan ritel, apalagi saham-saham unggulan masih sulit naik. Alhasil, perusahaan energi terbarukan memimpin kenaikan, seperti saham energi solar.
Sentimen kunjungan Obama ke China juga mengangkat bursa Hongkong. Indeks Hangseng naik 156.06 poin (0.7%) ke level 22.553,63, dipimpin perbankan China yang naik dengan harapan kuatnya yuan. Sepekan ini, Hang Seng naik 3.3%. Saham yang naik adalah Industrial & Commercial Bank of China, China Construction Bank. Sedangkan Bank of China mendistribusikan 59.14 poin terhadap kenaikan indeks setelah CLSA menaikkan rating bank tersebut menjadi "underperform" dari "sell" seiring membaiknya estimasi kerugian dari pinjaman buruk.
Indeks Nikkei merosot 34.18 poin (0.4%) ke level 9770.31. Sepekan ini, Nikkei turun 0.2% sedangkan sejak awal November melemah 2.6%. Namun, sejak awal 2009, Nikkei naik 10%.
Saham perusahaan kargo memimpin penurunan indeks, dipicu kekhawatiran atas kinerja keuangan dan ketidakpastian kondisi operasional kargo. Saham Nippon Yusen Kawasaki Kisen turun.
Central Glass Co. jatuh 6,8% setelah merugi pada semester pertama 2009 sebesar 451 juta yen (US$5 juta). Demikian Leopalace21 yang turun 7,5% pasca penurunan rating menjadi underperform oleh analis Mitsubishi UFJ Securites, Kouki Ozawa.
Nippon Sheet Glass Co. yang merugi hingga 26,2 miliar yen, anjlok 8,2%. Ini adalah penurunan terendah pada indeks MSCI. Sementara Industrial & Commercial Bank of China Ltd., naik 2% setelah prediksi kredit peminjam domestik membaik.
Sedangkan saham tambang melemah, seperti Mitsubishi Materials, Japan Petroleum Exploration dan Marubeni. Investor menantikan laporan keuangan beberapa perbankan Jepang seperti Sumitomo Mitsui Financial Group dan Mizuho Financial Group.
Indeks Kospi di bursa Korea turun 0.74 poin ke level 1.571,99 akibat minimnya momentum penguatan bursa. Saham eksporter, seperti perusahaan teknologi dan otomotif anjlok atas kekhawatiran potensi kerugian terhadap daya saing harga.
Saham-saham yang turun adalah Samsung Electronics, Semiconductor, LG Electronics, Hyundai Motor dan Kia Motors. Indeks S&P/ASX 200 di Australia melemah 0.9% setelah saham produsen Uranium, Paladin Energy Ltd. jatuh 2.6% atas peningkatan kerugian pada kuartal tiga 2009.
Sedangkan IHSG di Indonesia naik tipis 0,27% ke 2.426,801. Harga komoditas yang kembali bergerak naik, menjadi sentimen positif yang mendongkrak bursa.[ast/mdr]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
BERITA TERKINI
BERITA POPULER
RSS| Layanan Mobile| Tentang Kami| Disclaimer| Kontak Kami| Karir| Newsletter
Copyright 2008 - 2012 inilah.com, All rights reserved inilah.com.