INILAH.COM, Teheran - Militer Iran mengeluhkan sikap Rusia yang tak mengirimkan perisai antirudal pesanan mereka, hanya karena Washington melarangnya.
"Kami tidak senang dengan sikap sahabat Rusia kami. Mengapa rudal pertahanan S300 tidak diizinkan dikirim untuk kepentingan pertahanan Iran, sebagaimana yang telah disepakati," ujar Kepala Staf Angkatan Bersenjata Mayjen Hassan Firouzabadi, seperti dikutip Reuters, Jumat (13/11).
"Mereka sudah terlambat lebih dari enam bulan dari tenggat waktu," lanjutnya. Moskow, yang berada dalam tekanan Barat untuk menjauhkan diri dari Teheran, tidak mengikuti usul memasok rudal pertahanan udara S300 berkualitas tinggi ke negara Islam itu.
Menlu AS Hillary Clinton bulan lalu memuji sikap Rusia tersebut. Sementara Washington berusaha mendapatkan janji khusus dari Rusia untuk sanksi lebih keras terhadap Iran menyangkut program nuklirnya, yang didgua Barat memiliki kepentingan militer. Teheran berulangkali membantah tudingan itu.
Rudal S-300PMU1, yang dikenal di Barat sebagai SA-20, dapat menembak jatuh rudal-rudal jelajah dan pesawat. Rudal itu menembak sasaran hingga 150 kilometer dan bergerak lebih dari dua kilometer per detik. [*/vin]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !