inovasi portal berita
Minggu, 12 Februari 2012 Follow: Facebook twitter Dollar Kurs BI: 1 US Dollar = Rp.8,993.00   Mobile Mobile   Newsletter Newsletter   RSS RSS

Gertak Sambal PPP Mundur Dari Century

Headline
Burhanudddin Muhtadi - inilah.com /Dokumen
Oleh: Bayu Hermawan
Sabtu, 14 November 2009 | 09:05 WIB
INILAH.COM, Jakarta - Mundurnya Fraksi PPP dari angket Bank Century dianggap hanya gertak sambal semata. Aksi itu dinilai untuk menaikkan posisi tawar dihadapan SBY dan Partai Demokrat.

"Saya khawatir jika parpol-parpol tersebut hanya menaikan nilai tawar, dan sekedar gertakan di awal saja. Saya khawatir kalau nantinya masalah ini akan diselesaikan dibelakang layar," imbuh peneliti Lembaga Survei Indonesia Burhanudddin Muhtadi kepada INILAH.COM di Jakarta, Sabtu (14/11).

Menurut dia, mundurnya FPPP dari hak angket century bukanlah sesuatu yang mengejutkan. Sebab, sedari awal hanya ada tiga partai yang serius mengulirkan hak angket Bank Century. Yakni Fraksi PDIP, Fraksi Hanura dan Fraksi Gerindra.

"Hanya ada tiga parpol di parlemen yang benar-benar tidak punya beban politik dengan pemerintah, yakni PDIP, Gerindra, dan Hanura," terang Burhan.

Sementara yang lain menurutnya mempunyai beban politik yang tinggi dengan pemerintah SBY. "Sebabkan ada kontrak politik, selain 3 partai itu dengan pemerintah SBY, jadi beban politik mereka jadi berat, sementara 3 parpol itukan sifatnya berada diluar pemerintahan," tandas Burhan.

Sebelumnya Ketua FPPP Hasrul Azwar menegaskan, pihaknya memutuskan tidak dulu mendukung Hak Angket Bank Century yang dimotori FPDIP. Karena FPPP telah memberikan deadline hingga akhir November ini ke BPK. Jika waktu tersebut tidak juga dituntaskan, maka tak menutup kemungkinan PPP bergabung dalam Hak Angket Bank Century.

Sikap FPPP ini, menurut Hasrul, tidak disponsori siapa pun alias tanpa tekanan dari kekuatan politik mana pun. Namun, jika BPK masih mengulur waktu dalam mengaudit Bank Century, padahal sudah ada dugaan sindikasi pelanggaran pidana, maka hal itu patut dipertanyakan. "Ada apa dengan BPK? Ini kan artinya ada sesuatu, dan membuat publik semakin tak percaya pada lembaga pemerintah," ungkapnya.

FPPP, lanjutnya, ingin menghormati aturan prosedural. Juga patuh pada amanat Komisi IX DPR periode lalu yang memutuskan menunggu hasil audit BPK. "Kita ingin menghormati prosedural. Amanat Komisi IX harus dihormati dong. Kita perlu punya kesabaran politik. Bukan kami tidak setuju terhadap Hak Angket Bank Century," tandasnya. [bay/jib]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
BERITA TERKINI
BERITA POPULER
RSS| Layanan Mobile| Tentang Kami| Disclaimer| Kontak Kami| Karir| Newsletter
Copyright 2008 - 2012 inilah.com, All rights reserved inilah.com.