INILAH.COM, Jakarta Palm mendapat keuntungkan besar karena sahamnya meroket hingga 8%. Kenaikan itu diakibatkan spekulasi perusahaan itu akan dibeli oleh Nokia.
Desas-desus Nokia akan membeli Palm itu bukan pertama kalinya. Rumor pengambilalihan Palm telah memjadi pembicarakan sejak September 2008.
Namun kedua perusahaan itu secara keseluruhan tidak banyak memiliki kesamaan. Nokia misalnya berinvestasi besar di Symbian dan Maemo, sementara Palm sudah memiliki WebOS sebagai pilihan OS saat ini.
Nokia yang memiliki porsi besar di pasar smartphone sedang mendapat tantangan berat dari iPhone dan sejumlah perangkat Android yang kini bermunculan.
Analis menyebut jika desas-desus pencaplokan itu benar, maka Nokia berharap menambah kekuatan di pasar smartphone.[ito]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !