inovasi portal berita
Jumat, 10 Februari 2012 Follow: Facebook twitter Dollar Kurs BI: 1 US Dollar = Rp.8,910.00   Mobile Mobile   Newsletter Newsletter   RSS RSS

Wapres: Jaringan UKM Kurang

Headline
inilah.com /Dokumen
Oleh:
Sabtu, 14 November 2009 | 15:10 WIB
INILAH.COM, Denpasar - Wakil Presiden Boediono mengatakan hasil produk UKM Indonesia berkualitas hanya belum banyak memiliki jaringan dengan pasar yang lebih besar dan luar negeri.

"Kuncinya, harus ada jaringan (link) dengan pasar yang lebih luas di kota-kota atau luar negeri," kata Wapres Boediono usai membuka seminar seminar internasional "One Village One Product (OVOP) 2009" di Denpaasar, Bali, Sabtu.

Seminar tersebut diikuti oleh ratusan peserta yang datang dari berbagai negara. Menurut Wapres Boediono, keberhasilan produk UKM adanya sinergi antara teknologi, disain dan pemasaran. "Jadi harus ada keterkaitan antara teknologi, desain dan pemesaran. Itu satu paket," kata Wapres.

Sementara menyangkut permodalan atau dana, Wapres menilai hal itu tidak terlalu jadi masalah. Pemerintah, katanya, banyak menyediakan kredit dengan bunga ringan untuk UKM.

Sementara menyangkut pengembangan 0VOP, Wapres mengatakan itu harus dilakukan dengan penelitian yang mendalam mengenai produk apa yang cocok untuk satu desa. Targetnya juga harus jelas.

Sebelumnya saat pidato pembukaan Wapres Boediono mengatakan pentingnya seminar kali ini untuk saling berbagi pengalaman dan pengetahuan untuk saling mendukung.

Wapres mengatakan orang tidak akan bisa maju tanpa berbagi ilmu dengan orang lain. Pembukaan seminar tersebut tampak dihadiri Menteri Koperasi dan UKM Syarif Hasan, Wakil Menteri Perindrustian Alex Retraubun, serta Gubernur Bali Made Mangku Pastika. [*/hid]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !
1 Komentar
suherman @ Sabtu, 14 November 2009 | 23:53 WIB
Pak Wapres, kok pendapat bapak diyakini oleh bapak sendiri sebagai solusi, gimana tuh. Sepertinya untuk UKM, jika terus tidak mau berbenah dan dibenahi, ujung-ujungnya pasti sama seperti yang sudah berjalan selama ini, gak ada yang dibanggakan. Jika mau berbagi dan mau mendengar, ada kok yang punya solusi lain yang obyektif.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
BERITA TERKINI
BERITA POPULER
RSS| Layanan Mobile| Tentang Kami| Disclaimer| Kontak Kami| Karir| Newsletter
Copyright 2008 - 2012 inilah.com, All rights reserved inilah.com.