INILAH.COM, Moskow Rusia akhirnya memberikan jawaban soal nuklir Iran yang dipermasalahkan Barat, yakni bersedia memberi dukungan terhadap sanksi untuk negara Islam itu.
Sumber kami di kantor kepresidenan mengatakan Moskow 100% bersedia mendukung sanksi-sanksi terhadap Iran, terkait dengan sengketa program nuklir, demikian dilaporkan suratkabar Kommersant yang mengutip sumber rahasia, Sabtu (14/11).
Masyarakat internasional meningkatkan tekanan terhadap Iran karena negara itu mengabaikan usul yang diprakarsai Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) bahwa pihaknya harus membantu menyingkirkan ketegangan-ketegangan berkaitan dengan program nuklirnya itu.
Sumber rahasia juga menyatakan akhir penerimaan sanksi-sanksi itu akan dibahas oleh Presiden Rusia Dmitry Medvedev dan Presiden AS Barack Obama, yang bertemu di sela-sela konferensi tingkat tinggi (KTT) APEC di Singapura. Keduanya menghadiri forum ini.
Rusia dan China yang anggota tetap Dewan Keamanan (DK) PBB sebelumnya skeptis terhadap pengketatan sanksi terhadap Iran itu. Barat pun semakin tidak sabar karena negara-negara kuat dunia menunggu respon Teheran terhadap penawaran pengamat nuklir PBB bulan lalu. Yakni memilih negara-negara, termasuk Rusia, guna membantu pengayaan uranium Iran.
Iran mengirimkan uraniumnya ke luar negeri untuk diperkaya menjadi bahan bakar, yang akan membantu kekhawatiran di kalangan negara-negara Barat bahwa Iran berusaha untuk mengembangkan persenjataan nuklir, dengan kedok program energi nuklir untuk sipil.
Seperti Iran, Rusia mengatakan bahwa tak ada bukti untuk mendukung tuduhan-tuduhan tersebut. Namun demikian pihaknya juga menyerukan Teheran untuk menunjukkan keterbukaan maksimal dan bekerjasa dengan masyarakat internasional. [*/vin]