INILAH.COM, Washington Pemerintah AS menyita sejumlah aset, termasuk empat masjid milik Yayasan Alavi yang diduga memiliki hubungan dengan Iran.
Yayasan Alavi telah menyalahgunakan aset dan kekayaan mereka untuk kepentingan pemerintah Iran, serta melanggar UU yang melarang hubungan dengan pemerintah negara tersebut, demikian pernyataan pihak berwajib AS yang dilansir AP, Sabtu (14/11).
Beberapa rumah ibadah Islam yang disita antara lain terletak di New York, Maryland, California, dan Texas. Yayasan tersebut juga memiliki sebuah gedung bertingkat 36 di Manhattan, New York dan tanah seluas 50 kejtar di negara bagian Virginia, serta sejumlah rekening bank.
Seluruh aset tersebut diperkirakan senilai lebih dari US$500 juta. Jaksa penuntut telah memasukkan dokumen penyitaan itu ke pengadilan distrik New York. Mereka juga dituding menyembunyikan hubungan dengan pemerintah Iran.
Tercatat pada 2007 dan 2008 lalu, Dubes Iran di PBB mengadakan beberapa pertemuan dengan ketua Yayasan Alavi Farshi Jahedi di Masjid Imam Ali di Queens, New York. Meski disita, masjid dan gedung tersebut tetap bisa digunakan dan beraktivitas seperti biasanya. [vin]