Minggu, 27 Mei 2012 | 21:55 WIB
Follow Us: Facebook twitter
Kebanggaan Surabaya yang Nyaris Terlupakan
Headline
Oleh: Liana Garcia
web - Minggu, 15 November 2009 | 05:09 WIB
INILAH.COM, Surabaya - Bicara Hari Pahlawan tidak lepas dari Surabaya, karena puncak perlawanan pejuang bangsa Indonesia ada di kota ini. Bicara tentang arti perjuangan pahlawan di Surabaya tidak lepas dari Tugu Pahlawan.

Wisata di Surabaya terasa belum lengkap bila belum mengunjungi tempat bersejarah Monumen Tugu Pahlawan. Letaknya sangat strategis karena berada di tengah kota Surabaya, yaitu antara Jl Bubutan, Jl Tembaan, Jl Pahlawan, dan Jl Kebon Rojo.

Monumen Tugu Pahlawan yang dibangun dalam bentuk 'Paku Terbalik' memiliki nilai filosofis monumental di mana peletakan batu pertama dilakukan oleh Presiden RI pertama, Ir Soekarno pada 10 November 1951 dan diresmikan pada 10 November 1952 juga oleh Ir Soekarno dengan mengambil lokasi tepat di atas areal bekas gedung Raad Van Justite Belanda, yaitu pada zaman pendudukan Jepang digunakan sebagai gedung Kempetai.

Di masa pemerintahan pendudukan Jepang, gedung ini dipergunakan Kempetai Jepang untuk mengadili, menyiksa dan menahan pejuang-pejuang Indonesia. Pada waktu pecah pertempuran Surabaya, gedung ini dikuasai oleh pemuda-pemuda dan menjadi pusat perjuangan. Akhirnya gedung ini hancur terkena tembakan artileri Sekutu.

Monumen Tugu Pahlawan dibangun sebagai simbol semangat kepahlawanan arek-arek Suroboyo dalam menghadapi penjajah juga sebagai benda Cagar Budaya.

Sebagai monumen kebanggaan Kota Surabaya, Tugu Pahlawan mempunyai ketinggian 45 yard atau 41,15 meter, dengan diameter bawah 3,10 meter dan diameter atas 1,30 meter dengan bentuk 'Paku Terbalik'. Pada bagian bawah tugu dihiasi ukiran bergambar trisula, cakra, stamba, dan padma sebagai simbol api perjuangan.

Pintu gerbang menuju area Monumen Tugu Pahlawan dibangun dengan motif seperti Candi Bentar. Memasuki areal Monumen Tugu Pahlawan mulai tempat parkir hingga pintu masuk Monumen, kita bisa melihat delapan relief yang menggambarkan perkembangan kota Surabaya pada jaman dahulu hingga saat ini.

Museum yang dibangun pada tahun 2000 ini dibangun untuk mendukung keberadaan Tugu Pahlawan sebagai monumen bersejarah. Didalamnya tersimpan koleksi-koleksi sejarah, seperti peta-peta yang menggambarkan invasi tentara Tar-Tar ke Hujung Galuh dan ada juga berbagai jenis senjata yang digunakan pada Pertempuran 10 Nopember 1945.

Museum ini juga menyimpan beberapa peninggalan milik Bung Tomo dan bendera laskar pejuang ketika pertempuran bersejarah itu terjadi.

Selain itu disediakan ruang Auditorium Visual untuk menyaksikan film dokumenter tentang Pertempuran 10 Nopember 1945 yang berdurasi 25 menit. Dalam satu hari, pemutaram film dilakukan sebanyak enam kali yang disertai dengan peta maket Surabaya pada tahun 1945, lengkap dengan sistem pencahayaan dan detektor asap. [mor]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.