INILAH.COM, Jakarta - Restrukturisasi Domba Mas sebesar Rp1,3 triliun dengan Bank Mandiri hampir mencapai final dan diharapkan bisa selesai dalam waktu dekat.
Hal ini diutarakan Direksut Restrukturisasi Aset Bank Mandiri, Abdul Rachman di sela-sela acara Media Gathering Bank Mandiri di Yogyakarta, Sabtu (14/11).
Menurutnya, yang menjadi permasalahan restrukturisasi Domba Mas selama ini adalah karena memiliki kreditor yang lebih dari satu. Selain itu proyek-proyeknya juga sangat komplek. Namun saat ini Rahman mengatakan tidak ada konsorsium investor yagn tertarik untuk membeli aset domba Mas ini. "Saat ini mereka sedang melakukan negosiasi diharapkan bisa final dalam waktu dekat," katanya.
Rahman mengutarakan proses due dilligence-nya antara investor dengan Domba Mas ini sudah selesai. Sekarang tinggal menunggu Memorandum of Agreement-nya saja. Total utang pokok Domba Mas mencapai Rp1,3 triliun, sementara total utang bersama kupon bunga mencapai Rp2 triliun. Domba Mas memiliki aset kebun sawit yang cukup besar di Sumatera dan sebuah hotel di Casablanca.
Sementara untuk restrukturisasi PT Suba Indah sebesar Rp680 miliar juga tengah berjalan. Hal yang menjadi masalah adalah nilai aset Suba Indah diperkirakan lebih rendah dari jumlah utangnya.
Untuk penyelesaian utang Garuda Indonesia dilakukan dengan cara konversi yang akan dilakukan dalam waktu dekat. "Kita akan usahakan," jelasnya.
Bank Mandiri memberikan pinjaman pokok ke Garuda Rp1 triliun beberapa tahun lalu. Dari jumlah itu kewajiban tersebut melonjak menjadi Rp3,36 triliun. [cms/hid]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !