inovasi portal berita
Minggu, 12 Februari 2012 Follow: Facebook twitter Dollar Kurs BI: 1 US Dollar = Rp.8,993.00   Mobile Mobile   Newsletter Newsletter   RSS RSS

Hak Angket Buka Perpecahan Koalisi SBY

Headline
Boni Hargens - inilah.com /Dokumen
Oleh: Windi Widia Ningsih
Minggu, 15 November 2009 | 08:07 WIB
INILAH.COM, Jakarta - Sikap fraksi Partai Demokrat yang tidak turut serta mendukung pengajuan hak angket dinilai justru akan membahayakan bagi koalisi pendukung SBY-Boediono. Peluang perpecahan pun akan menanti jika FPD masih tetap bersikukuh tak dukung hak angket.

"Peluang itu ada. Makanya Demokrat harus strategis dalam menyikapi angket," kata pengamat politik UI Boni Hargens kepada INILAH.COM, Jakarta, Minggu (15/11).

Saat ini, tutur Boni, partai-partai sedang mengambil keuntungan dari kasus Bank Century, karenanya mereka mengambil rasa simpati dari masyarakat luas dengan cara pro dengan rakyat. Persoalan ini jelas akan mengancam buat PD dan keberlangsungan koalisi.

"Energi PD akan terpecah mengurusi masalah internal. Kalau sampai hak angket ini berhasil maka ini akan tambah kacau lagi, perpecahan bisa terjadi," ujarnya.

Untuk saat ini, sambung Boni, sebaiknya FPD tidak perlu melawan arus. Sebaiknya ikuti saja arus mayoritas, karena jika tetap ngotot, maka ini akan menggangu kerjasama antara legislatif dengan yudikatif.

"Akibat masalah ini bisa saja SBY kehilangan menteri-menterinya. Dan belum ada tahun pertama dalam pemerintahan bisa saja terjadi resuhfle kabinet," cetusnya.

Boni juga menegaskan apakah PD dirugi atau tidak dengan adanya hak angket ini? Boni mengatakan hal itu semuanya tergantung dari posisi PD sendiri yang menentukan. "Jadi ini soal strategi saja. Jika dilanjutkan maka dia (PD) akan terpojok," pungkasnya. [win/bar]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
BERITA TERKINI
BERITA POPULER
RSS| Layanan Mobile| Tentang Kami| Disclaimer| Kontak Kami| Karir| Newsletter
Copyright 2008 - 2012 inilah.com, All rights reserved inilah.com.