INILAH.COM, Jakarta Setelah mengadopsi sistem operasi baru Bada, Samsung disebut-sebut akan menghentikan ponsel Symbiannya. Namun Samsung membantah keras.
"Samsung adalah anggota awal dari Symbian Foundation dan terus bekerja sama dengan Symbian Foundation. Pada waktu yang sama, Samsung mendukung berbagai sistem operasi terbuka termasuk Symbian, Linux, Android, dan Windows Mobile. Untuk memberikan lebih banyak pilihan dan memenuhi selera dan preferensi konsumen yang berbeda-beda, kita akan terus melanjutkan strategi multi OS, " kata seorang wakil Samsung mengatakan pada Mobile Burn.
Saat ini Samsung adalah vendor ponsel terbesar kedua di belakang Nokia. Sementara OS Symbian adalah platform smartphone popular di seluruh dunia, meskipun diserang oleh pesaing seperti RIM dengan BlackBerry, Google dengan Android dan Apple dengan iPhone.
Symbian merupakan pemimpin meskipun pasarnya menyusut di kuartal terakhir menjadi 46 persen, berada di depan RIM dan Apple, menurut laporan Canalys. Microsoft tetap di keempat dan di atas titik rendah 9 persen.
Proporsi smartphone yang menjalankan OS Google Android naik menjadi hampir 4 persen, dari hanya di bawah 3 persen pada kuartal kedua. Angka itu diharapkn tumbuh cepat dengan munnculnya gPhones dalam beberapa bulan mendatang.
Bada berarti laut dalam bahasa Korea adalah nama yang dipilih "untuk menyampaikan berbagai potensi tak terbatas dari aplikasi yang dapat dibuat menggunakan platform baru," kata Samsung dalam sebuah pernyataan. [ito]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !