INILAH.COM, Singapura - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono akan menghadiri pertemuan PBB tentang perubahan iklim, di Kopenhagen, Denmark, Desember mendatang.
"Beliau akan hadir di Kopenhagen untuk memberi dukungan politik, dukungan moral," kata kata Juru Bicara Kepresidenan Dino Patti Djalal di Singapura, Minggu (15/11).
Hal tersebut disampaikan dia usai mendampingi Presiden SBY pada jamuan makan pagi dalam rangkaian KTT ke-17 Kerja Sama Ekonomi Asia Pasifik (APEC). Kehadiran SBY di Kopenhagen tersebut, lanjut dia, sekaligus untuk memastikan bahwa hasil pertemuannya sesuai yang diharapkan dalam 'Peta Jalan Bali' (Bali Road Map).
'Peta Jalan Bali' merupakan hasil dari konferensi PBB tentang perubahan iklim yang berlangsung di Bali pada Desember 2007 lalu. Dino mengatakan dalam jamuan makan pagi yang antara lain membahas soal perubahan iklim, Presiden SBY menyampaikan keinginan agar pertemuan di Kopenhagen mendatang menjadi sejarah untuk menciptakan konsensus global baru setelah masa berlaku Protokol Kyoto berakhir pada 2012.
Ia melanjutkan, tidak tertutup kemungkinan pertemuan di Kopenhagen akan sama rumitnya dengan pertemuan di Bali yang baru mencapai kesepakatan pada menit-menit terakhir menjelang usai. Dino mengatakan Presiden telah mengumumkan bahwa Indonesia menargetkan menurunkan emisi sebesar 26 persen pada 2020.
Ia juga menyampaikan isyarat dari Presiden kepada pemimpin seluruh dunia untuk berpikir lebih terbuka dalam menyikapi perubahan iklim untuk menghasilkan kesepakatan global, jangan terpaku pada sekat-sekat konvensional yang selama ini berlaku. "Kalau kita melewatkan kesempatan ini mungkin akan sulit dan dampaknya bagi umat manusia dan planet bumi," tandas Dino. [*/jib]