Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !.
Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android
dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
5 Komentar
Dodi saputra
Kamis, 3 Desember 2009 | 20:07 WIB
ada apa dengan century?
pemberitaan menyembutkan dirimu bermasalah!!!!!!!!!
apa dengan ganti nama kamu bisa lari dengan masalah????????
ah.....seandainya aku bisa begitu, tentu orang mengenalku dengan seribu nama.
fair
Selasa, 17 November 2009 | 10:46 WIB
SOALNYA UJUNG2NYA SBY ?? stlh bailout kok nasabah century g dpt uangnya?Kmn uang 6,5 trilyun itu?dana kampanye sby/demokrat??apa sih hebatnya demokrat?demokrat cuma kumpulan org2 yg ketemu dijalan kok,Bisa menang krn jualan sby aja. padahal isinya jg bkn org2 ber-idealisme. liat aja marzuki ali si tukang marah. ketauan kan srkg?!!
Akram
Selasa, 17 November 2009 | 09:15 WIB
Beruntung saya tidak pilih Partai Demokrat. Hati Nurani saya ternyata telah membuktikan keraguan saya untuk memilih PD pada pemilu baru2 ini.
agung
Senin, 16 November 2009 | 16:59 WIB
saya kecewa pilih partai yang tak pedulikan kepentingan rakyat.....
thomas
Senin, 16 November 2009 | 15:52 WIB
Menurut saya Demokrat sebagai partai pengusung presiden dan yang terbesar, seharusnya jadi garda terdepan dalam pemberantasan praktik2 yang sudah terdengar di masyarakat itu " aneh ", bukannya terus menjadi pemadam kebakaran yang sibuk membela diri dari tudingan masyarakat, apapun alasannya masyarakat telah dan akan menjatuhkan vonis bersalah kepada Demokrat karena tidak mau ikut dalam Angket DPR soal Century, jangan menyalahkan lawan politik kalo mereka menjadi inisiator hak angket apalagi sampai menanyakan apa perlunya ? wah ketahuan sekali deh jangan2 benar dugaan orang bahwa ada masalah di Century, Century merupakan mesin ATM nya Demokrat, itu kata beberapa pengamat, jika tidak betul ya harus mendukung hak angket dong , buktikan saja jangan pandai mengelak