INILAH.COM, Jakarta Awal pekan, Senin (16/11), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan masih bisa menguat. Saham tambang bisa menjadi pilihan seperti ANTM, INCO, PTBA, ADRO dan ITMG. Mohamad Sugiharto dari Lautan Dana Sekurindo memprediksikan, IHSG pekan ini memiliki peluang untuk naik meski agak berat. Pasalnya, faktor regional mulai kehilangan sentimen positif akibat turunnya harga minyak mentah sebesar 4% pekan lalu, Sedangkan secara teknikal, IHSG akan terkoreksi karena sudah memasuki area
overbought. katanya kepada
INLAH.COM, di Jakarta.
Menurutnya, harga minyak ini menjadi motor penggerak sektor komoditas yang berkapitaliasi pasar cukup besar. Ia pun menyarankan investor mencermati trend akhir tahun yang positif terpicu harga komoditas, terutama minyak. Melemahnya nilai tukar dolar Amerika menyebabkan harga komoditas naik. Harga minyak akan berkisar pada US$80 per barel hingga akhir tahun, ujarnya.
Sugiharto menilai, turunnya harga minyak saat ini hanya faktor teknikal saja, yaitu karena naiknya pasokan energi di AS . Hal ini diakui berpengaruh besar terhadap pasar. Ia pun menyarankan pelaku pasar untuk
buy on weakness pada saham pertambangan logam.
Beberapa saham yang direkomendasikan berasal dari sektor tambang, seperti PT Aneka Tambang (
ANTM) dan PT Internasional Nikel (
INCO). Harga nikel masih berpeluang naik, sehingga berpotensi pada penguatan emiten ini, ujarnya.
Demikian pula dengan saham dari sektor batubara seperti PT Tambang Bukit Asam (
PTBA), PT Adaro (
ADRO), dan PT Indo Tambang Raya Megah (
ITMG). Saham-saham ini menjadi pilihan karena terpengaruh harga minyak yang akan naik setelah mengalami koreksi yang cukup besar, paparnya.
Pada perdagangan Jumat (13/11), IHSG

akhirnya ditutup naik tipis 6,520 poin (0,27%) ke level 2.426,801. Perdagangan menipis, dengan volume transaksi tercatat sebanyak 5,215 miliar lembar saham, senilai Rp 2.868 triliun dan frekuensi mencapai 59.969 kali. Sebanyak 101 saham naik, 69 saham turun dan 72 stagnan.
Beberapa emiten yang menguat antara lain Gudang Garam (
GGRM) naik Rp 650 menjadi Rp 17.150, Indo Tambangraya Megah (
ITMG) naik Rp 550 menjadi Rp 25.650, PT PP London Sumatra Indonesia (
LSIP) menguat Rp 200 menjadi Rp 7.750, dan PTAstra Agro Lestari (
AALI) terangkat Rp 150 di posisi Rp 22.150, PT Bank Rakyat Indonesia (
BBRI) naik Rp 150 menjadi Rp 7.45 dan Bakrie Sumatera Plantations (
UNSP) naik Rp 30 menjadi Rp 760.
Sedangkan emiten-emiten yang merosot antara lain Semen Gresik (
SMGR) turun Rp 200 menjadi Rp 7.150, United Tractor (
UNTR) turun Rp 150 menjadi Rp 15.550, Astra International (
ASII) turun Rp 50 menjadi Rp 32.700, Indosat (
ISAT) turun Rp 150 menjadi Rp 5.150.
PT Adaro (
ADRO) dan PT Bumi Resources (
BUMI) mengokohkan posisinya sebagai dua saham teraktif di lantai bursa sejak pembukaan perdagangan. ADRO ditutup menguat Rp90 ke level 1710, dan mendominasi penguatan bursa dengan nilai transaksi Rp614 miliar, atau 21,4% dari total perdagangan hari ini.
Sedangkan BUMI ditutup naik Rp50 ke level Rp2.450, dengan nilai transaksi Rp525 miliar,atau 18,3% total perdagangan. [ast/mdr]