INILAH.COM, Jakarta - Kasus Bank Century terus bergulir bak bola salju. Inilah yang diyakini sejumlah pelaku pasar akan mengganjal pertumbuhan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).
Betapa tidak? Kasus ini, sekarang, sudah tidak lagi berkutat pada pencarian orang yang harus bertanggung-jawab atas bobolnya dana pemerintah dalam bailout Century. Tapi, lebih dari itu, para penggeraknya mulai mengarahkan pada individu-individu yang menjadi petinggi di negeri ini.
Terakhir, selain Wapres Boediono menyatakan siap diperiksa, isu miring juga bertiup di sekitar Mabes Polri. Kabar yang beredar menyebutkan, selain akan terjadi pengantian Kapolri, lima Kapolda yang mendukung jenderal bintang empat ini juga akan dicopot.
Benarkah? Wallahualam. Yang jelas suasana yang kian memanas ini membuat banyak investor menahan langkah mereka. Ini gawat. Apalagi kalau sampai Wapres Boediono sampai dinyatakan bersalah, kata seorang kepala riset di sebuah perusahaan sekuritas asing.
Karena adanya gonjang-ganjing inilah, sejumlah analis memprediksi, di pekan ini indeks akan kembali rontok ke bawah level 2.400. Memang, bukan hanya sentimen negatif dari Bank Century yang akan merotokkan IHSG.
Harga minyak dunia juga beberapa hari terakhir cenderung melemah. Ini, jelas, merupakan angin buruk bagi BEI. Maklum, saham-saham pertambangan memiliki pengaruh yang cukup besar bagi pergerakan IHSG.
Tapi penurunan harga minyak ini masih belum parah benar dampaknya, selama harganya masih berada di atas US$ 75 perbarel, kata satu analis. Dan keadaan akan membaik kalau Presiden SBY mengambil tindakan tegas sesuai dengan yang diinginkan pasar.
Apa itu? Ya, misalnya presiden segera mengganti Kapolri dan Jaksa Agung yang selama ini menjadi sorotan utama publik, tuturnya. Kalau itu dilakukan, analis ini yakin, bursa akan langsung bergairah. Sebab, langkah itu menunjukkan bahwa presiden benar-benar ingin menegakkan hukum di negeri ini.
Nah, apabila presiden bertindak tegas, plus harga minyak bisa bertahan di atas US$75, para analis itu yakin saham-saham unggulan yang likuid akan menjadi sasaran beli oleh investor asing.
Kalau asing sudah mulai melakukan koleksi, biasanya, pemodal lokal akan mengikuti dari belakang. Kalau situasi itu tecipta, indeks akan dengan mudah menembus 2.500, ujarnya.
Lantas saham apa saja yang layak dibeli? Ada beberapa. Dari sektor pertambangan ada tiga efek yang diperkirakan akan dengan mudah menguat sebesar 5-10%. Pilihannya adalah PT Adaro Energy (ADRO), PT Bumi Resources (BUMI) dan PT Aneka Tambang (ANTM).
Setelah sektor pertambangan, yang juga menjadi favorit analis adalah sektor perbankan. Mereka menyarankan, investor memilih PT Bank Mandiri (BMRI), PT Bank Central Asia (BBCA), dan PT Bank Rakyat Indonesia (BBRI). [mdr]