INILAH.COM, Jakarta - Rektor UIN Sunan Kalijaga, Yogyakarta Amien Abdullah mendesak agar Lembaga Sensor Film (LSF) melakukan sensor terhadap film 2012. Sebab film itu kini menjadi isu yang meresahkan masyarakat.
Sejak film yang bercerita soal kiamat yang terjadi pada tahun 2012 itu belum diputar di Indonesia, publik sudah bertanya-tanya soal kebenaran ramalan suku Maya itu. Bahwa, kiamat akan terjadi pada tahun 2012.
"Kini setelah diputar kan masyarakat jadi semakin diresahkan. LSF harus bertanggung jawab terhadap efek apa saja yang nantinya akan muncul dari film tersebut," katanya kepada INILAH.COM, Jakarta, Minggu (15/11).
Seharusnya, kata dia, sebelum film itu diputar LSF mengadakan debat publik terlebih dahulu soal film itu sebelum memberikan sertifikasi lulus sensor. Sebab, peradaban bangsa Indonesia masih tergolong rendah yang mudah percaya dengan sesuatu yang sensasional. Karena film itu kini sudah diputar, LSF perlu melakukan sensor terhadap efek yang dihasilkan film itu agar tidak membuat masyarakat semakin resah.
"Di Indonesia film itu bermasalah, karena itu sudah kontekstual sekali. Kalau ini dianggap kepercayaan karena peradaban bangsa Indonesia sangat rendah. Padahal di Eropa film itu hanya dianggap sebagai hiburan saja. Debat publik itu penting supaya menjelaskan masyarakat bahwa film itu hanya fiksi yang bertujuan untuk menghibur," imbuhnya. [mut]