INILAH.COM, Jakarta - Kasus skandal cinta siswi SMA dengan Bupati, menjadi cerita lain sosok Anggota DPR RI yang kini tengah dibui. Dugaan hubungan asmara ini menyeruak karena si gadis merasa dikecewakan.
Waktu itu, seorang siswi SMU mengakui pernah berhubungan badan dengan Dimyati di sebuah hotel di Jakarta, tepatnya di Hotel Ciputra di kawasan Grogol.
Sinta, demikian namanya, melaporkan kasusnya ke salah satu LSM, Justitia Masyarakat Banten (JMB).
Menurut Sinta, Pak Bupati yang dipanggilnya Aa ini menyambut cintanya dengan hangat.
Gadis 17 tahun jebolan kelas II SMU Pandeglang ini membuat heboh Pandeglang. Sinta serius merekam kesaksiannya, mengeni hubungan asmaranya dengan Dimyati.
Saya ingin dinikahi di KUA. Keluarga saya tahu, keluarga Aa juga tahu, pernikahannya besar-besaran, kata Sinta dalam rekaman video itu.
Ada yang percaya, ada juga yang setengan tidak percaya. Sebagian bersimpati pada kejujuran dan keberanian Sinta mengungkap hubungan gelapnya dengan Dimyati.
Sosok Sinta langsung naik daun, karena disebut Sephia Sang Bupati.
Pengakuan itu cukup mencengangkan masyarakat Pandeglang.
"Saya sudah pertimbangkan. Saya ingin memperlihatkan bahwa saya sekarang sedang menghadapi masalah besar," kata Sinta.
Menurut Sinta, dirinya bertemu Aa Dimyati pada 7 Agustus 2003. Sore itu, dia sedang main basket dengan teman-temannya di Alun-alun Pandeglang, di depan kediaman bupati.
Ada orang yang menghampirinya, mengatakan bupati ingin berkenalan. "Saya tentu saja senang," ujar Sinta, warga Gunung Karang, Kebon Cawu, Pandeglang.
Sinta tak menceritakan rinci perihal pertemuannya di pendopo bupati itu. Ia cuma mengatakan bahwa perkenalan itu berlanjut.
Sepekan kemudian, Sinta diajak Dimyati jalan-jalan ke Jakarta, mampir ke Hotel Citraland. Di kamar 909 hotel ini, Sinta mengaku berhubungan dengan Pak Bupati.
Hubungan itu terus terjalin. Sinta menuturkan, Dimyati membelikannya handphone Nokia 2100 untuk memudahkan mereka berkomunikasi. Dimyati rajin mengirim SMS mesra.
"Saya disuruh pakai alat KB. Kata Aa, kalau saya hamil, Pandeglang bisa geger," kata Sinta, yang dalam tayangan itu berani bersumpah akan kebenaran ceritanya.
Romantisme mulai memudar akhir November lalu. Entah apa musababnya, saat di Hotel Citraland, tahu-tahu Sinta disuruh pulang oleh Dimyati.
Padahal, kata Sinta, Dimyati yang mengajaknya janjian bertemu di hotel milik pengusaha Ciputra itu. "Saya terhina," kata Sinta.
Dimyati sendiri mengaku tak mengenal Sinta. Dan menuduh pengakuan itu hanyalah rekayasa untuk menjatuhkannya.
Namun, Dimyati yang saat itu masih Bupati, mengakui pernah tiga kali bertemu gadis itu selama tiga bulan ini.
Ketua Front Pembela Rakyat Banten, R. Kirtam Sanjaya, curiga kasus itu buah rekayasa untuk tujuan tertentu. Kirtam mencium upaya pemerasan Rp 2 milyar terhadap Bupati.[habis/had]