Senin, 21 Mei 2012 | 21:59 WIB
Follow Us: Facebook twitter
Rekomendasi Kasus Chandra-Bibit
Tim 8 Bisa Jatuhkan SBY
Headline
Presiden SBY - inilah.com/Wirasatria
Oleh: Vina Nurul Iklima
web - Senin, 16 November 2009 | 08:35 WIB
INILAH.COM, Jakarta - Publik kini menanti rekomendasi tim 8 ke Presiden SBY. Bila Presiden SBY tak menjalankan rekomendasi, maka Tim 8 akan menjadi bumerang yang menjatuhkan SBY.

"Saya kira bukan soal hukum Chandra dan Bibit saja, tapi juga soal lainnya seperti skandal Century. Kalau presiden membiarkan dan salah mengambil posisi, ia bisa saja jatuh. Meski terlalu dini memprediksi SBY bakal lengser, namun kewaspadaan itu perlu ada," kata pengamat politik UI Boni Hargens kepada INILAH.COM di Jakarta, Senin (16/11).

Polemik antar KPK dan Kepolisian, juga melebar ke Kejaksaan dan kini imbasnya ke tim 8, adalah puncak dari kekusutan sistem hukum di Indonesia. Hukum terkontaminasi dengan kepentingan politik kepentingan para elit.

"SBY juga mesti melihat dampak jauh ke depan. Artinya, secara politis people power juga tak akan menguntungkannya. Makanya, SBY harus mendukung aspirasi publik secara moral dan hukum. Bukan intervensi, karen ini kepentingan banyak orang," papar Boni.

Boni khawatir, citra buruk aparat penegak hukum di mata masyarakat berimplikasi pada presidensial. Publik cenderung skeptis, apatis terhadap sistem dan kelembagaan hukum.

"Ini adalah kumpulan dari bermacam persoalan, bukan perkara Chandra dan Bibit saja, tapi juga Century, yang mengindikasi ada kejahatan perbankan dan kebijakan politis," tandasnya. [ikl/mut]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.