INILAH.COM, Jakarta - Pada perdagangan Senin (16/11) rupiah
dibuka pada level 9.330 atau menguat 40 poin dibandingkan penutupan pekan lalu di level 9.370.Hal itu disampaikan Foreign Exchange Trading Department Head Bank Mutiara Frans Darwin Sinurat, saat dihubungi
INILAH.COM, Senin(16/11). "Rupiah pagi dibuka menguat terbatas karena ada kecenderungan pelaku pasar membeli dolar AS untuk kebutuhan akhir tahun, tetapi faktor global membuat rupiah berpeluang menguat," ujar Frans.
Ia menambahkan,rupiah menguat juga karena investor mendifersikasi portofolio investasi ke negara lain termasuk Indonesia. Investor mulai menjual dolar AS dan kembali membeli rupiah. "data ekonomi AS yang mulai membaik seperti impor dan ekspor membuat pelaku pasar berkeyakinan krisis ekonomi akan cepat berakhir," tutur Frans.
Frans mengatakan, mata uang dolar AS melemah terhadap mata uang asing lain. Ditambah bursa saham Asia yang dibuka positif. Sedangkan faktor dalam negeri yaitu rekomendasi tim 8 diharapkan bisa memberikan sentimen positif untuk pergerakan rupiah. Frans meramal rupiah bergerak di level 9.310-9.330.
Hal sama diungkapkan oleh pengamat valas PT Integral Investama Tony Mariano. Ia mengatakan, mata uang dolar AS masih melemah terhadap mata uang asing secara global dan harga komoditi masih positif berimbas pada penguatan rupiah. Tony meramal rupiah bergerak di level 9.350-9.400. [cms]