INILAH.COM, Jakarta - PT PLN (Persero) memperoleh tambahan pendapatan dari pembelakuan jenis tarif non subsidi 6.600 VA ke atas. Selama 9 bulan 2009 PLN pendapatan sekitar Rp2,21 triliun.
"Kami memperoleh peningkatan pendapatan sekitar Rp2,21 triliun selama sembilan bulan, 2009. Semetara per bulannya PLN bisa dapat Rp245 miliar dari program tarif non subsidi," kata Direktur Utama PLN Fahmi Mochtar di depan Komisi VII DPR, Jakarta, Senin (16/11).
Dia menambahkan ada jumlah pelanggan pemakai tarif non subsidi, sampai saat ini sekitar 345 ribu pelanggan. Pelanggan yang memakai tarif non subsidi, pemakaian melebihi batas hemat kurang lebih sekitar 173 ribu pelanggan.
Sebelumnya, Direktur Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi (LPE) Jackobus Purwono mengatakan nantinya semua jenis tarif yang digunakan PLN akan dipangkas. PLN hanya memakai jenis tarif yang ditetapkan pemerintah.
Sementara kalau tarif non subsidi, menurut Jack masih dipakai karena sudah termasuk dalam kebijakan pemerintah.
Soal program tarif, PLN sudah melakukan program efisiensi lainnya berupa konversi penggunaan MFO menggatikan HSD yang terus meningkat sejak 2007 sebesar 2,8 juta KL menjadi 3,2 juta KL pada 2008. [hid]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !