INILAH.COM, Jakarta - Awal pekan ini, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil melanjutkan penguatannya. Saham tambang memimpin penguatan bursa, dengan dukungan penuh Grup Astra dan Bakrie. Pada perdagangan Senin (16/11) sesi siang, IHSG

naik 24,976 poin (1,03%) ke level 2.451,777. Indeks saham unggulan LQ 45

menguat 6,202 poin (1,30%) ke level 484,405.
Perdagangan cukup ramai dengan volume transaksi 3,621 miliar saham, senilai Rp 2,837 triliun dan frekuensi 49.680 kali. Sebanyak 86 saham naik, 61 saham turun dan 59 stagnan.
Hampir semua sektor mengalami kenaikan, kecuali properti yang masih memerah. Sedangkan sektor tambang memimpin penguatan bursa dengan naik 2,02%, infrastruktur 1,57%, aneka industri dan perdagangan naik 1,52%, konsumsi 1,24%, manufaktur 1,09%, industri dasar dan perkebunan 0,4% serta finansial 0,23%.
Saham tambang terpantau menguat, seiring kenaikan harga minyak 0,84% ke level US$77 per barel. Saham tambang yang positif antara lain PT Bukit Asam (
PTBA) naik Rp450 ke Rp15.000, dan PT Indo Tambangraya Megah (
ITMG) naik Rp 350 menjadi Rp26.000.
Saham PT Bumi Resources (
BUMI) mendominasi perdagangan, dengan nilai transaksi mencapai Rp1,1 triliun. Menggeser posisi PT Adaro Energy (
ADRO) yang melemah 0,6% ke Rp1.700. Saham BUMI pun naik Rp175 (7,14%) menjadi Rp2.625 dan memimpin penguatan saham Bakrie lainnya.
PT Bakrie & Brothers (
BNBR) naik 5,5% ke level Rp96, PT Energi Mega Persada (
ENRG) naik 1,75% ke Rp290, PT Bakrie Telecom (
BTEL) naik 3,9% menjadi Rp134, PT Bakrie Sumatra (
UNSP) naik 2,6% ke Rp780, PT Bakrieland Development (
ELTY) naik 1,7% ke level Rp290, dan PT Darma Henwa (DEWA) naik 3% ke level Rp168.
Saham grup Astra juga tercatat dalam jajaran top gainer siang ini, PT Astra International (
ASII) naik Rp 600 menjadi Rp 33.300, PT United Tractors (
UNTR) naik Rp300 ke posisi Rp15.850 dan PT Astra Argo Lestari (
AALI) naik Rp200 ke level Rp22.350.
Analis Bhakti Securities Budi Ruseno mengatakan, IHSG masih berpotensi menguat hari ini, meskipun terbatas. Hal ini mengingat adanya kenaikan 78% sejak awal 2009. Indeks saham semula diprediksi bergerak di kisaran 2.400-2.450. Namun, mengingat IHSG sudah menembus level resistan 2.450, ada peluang IHSG bertahan, katanya di Jakarta, Senin (16/11).
Menurutnya, indeks masih akan terpengaruh harga komoditas yang bervariasi serta pergerakan bursa regional. Ia menyarankan investor fokus pada saham berkapitalisasi pasar cukup besar, dengan fundamental kokoh dan likuid. Sektor yang masuk dalam kategori ini adalah saham pertambangan, ujarnya.
Terkait kenaikan bursa saat ini, Budi menilai ada konsekuensi yang akan terjadi. Ketika IHSG menguat, investor melakukan aksi profit taking dan menjual kepemilikan saham mereka. Hal ini akan menyebabkan bursa kembali melemah, imbuhnya.
Budi pun menyarankan investor berhati-hati, terutama dalam investasi jangka menengah dan panjang. Ia lebih merekomendasikan pelaku pasar
trading day, mengingat transaksi bursa yang masih tipis.
Sentimen lain yang mendukung kenaikan bursa adalah penguatan rupiah terhadap dolar AS. Meksipun cadangan devisa RI cukup besar, imbuhnya, namun menjelang akhir tahun akan terjadi peningkatan kebutuhan dana. Apalagi, banyak emiten yang mempunyai utang. Berarti kondisi bursa akan tergantung pada kinerja emiten akhir tahun, paparnya.
Untuk jangka pendek, beberapa saham yang direkomendasikan adalah saham perbankan, dan saham transportasi laut PT Arpeni Pratama Ocean Line (
APOL) dan PT Arpeni Pratama Ocean Line (
BLTA). Emiten-emiten ini menarik untuk trading day, imbuhnya.
Henan Putihrai Sekuritas menilai, IHSG hari ini akan bergerak
mixed. Menguatnya nilai tukar rupiah di tengah melemahnya harga komoditas global diperkirakan membuat investor melakukan aksi
wait and see. Indeks hari ini kemungkinan akan bergerak pada 2.400/2.413 2.436/2.445, ungkap riset yang dipublikasikan Senin (16/11).
Menurutnya, dari sisi teknikal khususnya dengan menggunakan
candlestick chart, IHSG kembali membentuk pola
spinning tops. Secara teoritis pola ini mengindikasikan
neutral lines. Jika indeks pekan ini menguat, target kenaikan
resistance hari ini dan berikutnya level 2.516 yang merupakan
upperline dari
bollinger band.
Namun apabila IHSG tidak sanggup bertahan, maka target penurunannya adalah
support hari ini dan berikutnya level 2308 yang merupakan
lower line dari
bollinger band, paparnya. [mdr]