INILAH.COM, Ramallah - Palestina berencana meminta pengakuan PBB atas kemerdekaan mereka, sementara perundingan damai dengan Israel macet.
Kami telah mencapai satu keputusan untuk pergi ke Dewan Keamanan PBB guna meminta pengakuan atas negara Palestina yang merdeka dengan Jerusalem Timur sebagai ibukotanya dan dengan perbatasan 1967, kata pemimpin perunding Palestina Saeb Erakat, seperti dilansir AFP, Senin (16/11).
Saeb Erakat merujuk pada Tepi Barat Sungai Jordan, Jalur Gaza dan sebagian besar wilayah Jerusalem timur, milik Arab yang yang direbut Israel selama Perang Enam Hari 1967. Pihaknya berupaya mencari dukungan dari negara Uni Eropa dan Rusia dan negara lain bagi tindakan tersebut.
Sedangkan PM Israel Benjamin Netanyahu memperingatkan tindakan itu dapat mengarah kepada tindakan sepihak dari negara Yahudi. Tak ada pengganti bagi perundingan antara Israel dan Pemerintah Otonomi Palestina, kata Netanyahu dalam pesan melalui radio.
Rakyat Palestina tengah kecewa karena upaya AS yang sejauh ini tidak efektif untuk meluncurkan kembali perundingan perdamaian dengan Israel, yang macet selama perang Gaza pada penghujung 2008 hingga awal 2009. [*/vin]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !