INILAH.COM, Jakarta Menteri perdagangan, Mari Elka Pangestu mengatakan pertumbuhan inklusif bukan saja berimbang antar negara melainkan juga di dalam negara yang sempat dibahas APEC.
Dalam inclusive growth bukan saja berimbang antar negara tetapi juga di dalam negara, katanya dalam jumpa pers di Kantor Departemen Perdangan, Jakarta, Senin (16/11).
Menurut Mendag, dalam konteks APEC, pertumbuhan inklusif mencakup tiga pokok. Semuanya akan dibahas dan dijadikan program kerja ke depan. Pertama, mendukung pengembangan Usaha Kecil Menengah (UKM), ujarnya.
Kedua, adalah reformasi bursa tenaga kerja (labor market reform. Reformasi dari ketenagagakerjaan, yang tujuannya tidak seperti UU No 13 tahun 2003, melainkan pada bagaimana melakukan pelatihan kepada pekerja yang susah mencari pekerjaan, paparnya.
Untuk itu, tenaga kerja akan diberikan training sehingga sesuai dengan keperluan pekerjaan. Selain itu, bagaimana wanita mendapatkan kesempatan yang sama untuk mendapatkan pekerjaan dan pelatihan dan akses terhadap pekerjaan. Yang ketiga, adalah jaring pengaman sosial, timpalnya.
Lebih jauh Mendag mengatakan, untuk tingkat menteri, APEC membahas mengenai krisis dan penyiapan recovery. Dalam program kerja APEC, ada beberapa hal yang berkaitan dengan bagaimana negara-negara itu melakukan penguatan dari sisi jaring pengaman, ucapnya.
Jaring pengaman, dibahas oleh hampir semua negara anggota dan bagaimana nanti ke depannya. Hal ini akan ada pembahasan khusus mengenai hal ini bawah agenda reformasi struktural yang harus dilakukan oleh masing-masing negara, pungkasnya. [hid]