INILAH.COM, Jakarta - Perubahan nama XL harus diimbangi dengan perbaikan kinerja terlebih dahulu, baru kemudian ekspansi.
Hal ini diutarakan Alfiansyah, analis PT Sinarmas Sekuritas kepada INILAH.COM, Senin (16/11). Menurutnya, perubahan nama XL dari PT Excelcomindo Pratama Tbk menjadi PT XL Axiata Tbk seharusnya diimbangi dengan perbaikan kinerja keuangan dan likuiditas, solvabilitas dan aktivitas perusahaan.
"Perubahan nama bukan sekadar berganti mengikuti nama pemegang saham mayoritas perseroan saja, melainkan juga harus mampu meningkatkan kualitas keuangan, yakni likuiditas dan kinerja keuangan (return on asset, return on equity, debt to equity ratio dan earning per share) perusahaan telekomunikasi tersebut," ujarnya.
Penghargaan yang diraih pada Telecom Asia Award 2009, tidak sekadar membuat XL berada dalam zona kenyamanan. Meskipun hal tersebut sangat bagus, lanjut Alfiansyah, namun XL semestinya mampu memberikan pengaruh yang positif bagi pasar saham secara keseluruhan maupun XL sendiri dengan semakin besarnya kapitalisasi, market share dan profit yang didapatkan.
"Karena dengan semakin besarnya ketiga hal tersebut, posisi XL di bursa saham pun akan semakin meningkat. Apalagi jika XL ingin berekspansi ke berbagai negara di Asia, sudah barang tentu syarat-syarat finansial dan organisasi sudah harus diperkuat," ujarnya. [cms]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !