INILAH.COM, Jakarta Penguatan saham unggulan berhasil mendorong Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) awal pekan ini. Sektor tambang memimpin penguatan, tetap dengan dominasi Bakrie dan Astra. Pada perdagangan Senin (16/11), IHSG

ditutup menguat 41,874 poin (1,73%) ke level 2.468,675. Indeks saham unggulan LQ 45

naik 9,617 poin (2,01%) ke level 487,820. Indek JII

naik 2,35% ke level 406.01
Bursa saham Indonesia dibuka menguat 0,68% ke level 2.443 dan terus melaju hingga sesi siang, IHSG berhasil menembus 2.450 dan bertengger di 2.451. Namun, menjelang penutupan, terjadi sedikit pelemahan sehingga bursa akhirnya berakhir di level 2.468, tetap di area positif.
Seorang pengamat pasar modal mengatakan, IHSG awal pekan ini kembali rally di tengah penguatan bursa regional dan global. Bahkan indeks sempat menembus level psikologis di level 2.450.
Pergerakan positif bursa global dan regional turut menjadi acuan pemodal dalam menentukan posisinya di bursa, ujarnya. Penguatan IHSG juga dipicu sentimen positif dari data laporan keuangan di AS dan harga komoditas yang masih menguat.
Bursa AS ditutup menguat pada perdagangan Jumat malam lalu setelah kinerja beberapa perusahaan retail pada kuartal tiga 2009 menunjukkan hasil yang memuaskan. . Penguatan ini dipicu aliran dana asing yang masuk bursa dan kondisi ekonomi dalam negeri yang kondusif, imbuhnya.
Hampir semua sektor menguat, kecuali properti yang terpantau masih memerah. Adapun sektor tambang memimpin penguatan dengan naik 3,5%, disusul sektor perdagangan naik 2,8%, aneka industri 2,4%, perkebunan 1,9%, konsumsi dan infrastruktur 1,8%, manufaktur 1,7%, finansial 0,9% dan industri dasar 0,75%,.
Saham tambang menguat seiring naiknya harga minyak atas ekspektasi pulihnya ekonomi yang menyebabkan naiknya permintaan akan energi. Selain itu adanya pernyataan bahwa OPEC belum berencana menaikkan produksi minyaknya.
Minyak mentah untuk pengiriman Desember naik 72 sen atau 0,9% menjadi US$77,07 per barel dalam perdagangan elektronik after-hours di Nymex. Harga kontrak minyak tertekan 59 sen menjadi US$76,35 per barel pekan lalu, penutupan tertinggi sejak 14 Oktober, setelah penurunan tak terduga dalam kepercayaan konsumen AS.
Pekan lalu, harga minyak tertekan 1,4% karena klaim pengangguran AS meningkat, cadangan bahan bakar naik dan kilang minyak negara itu tingkat operasionalnya ke terendah 13 bulan. Minyak menguat 73% tahun ini dan menyentuh tertinggi 12 bulan di level US$82 pada 21 Oktober. Euro telah naik 6,4% pada waktu bersamaan, dan menanjak ke US$1,4967 hari ini dari US$1,4903 di akhir pekan lalu di New York.
Perdagangan di Bursa Efek Indonesia mencatatkan volume transaksi sebesar 6.014 juta lembar saham, senilai Rp 5.323 triliun dan frekuensi mencapai 99.317 kali. Sebanyak 123 saham naik, 78 saham turun dan 57 saham stagnan.
Saham PT Bumi Resources (
BUMI) masih mendominasi penguatan bursa, dengan nilai transaksi sebesar Rp 1,6 triliun. BUMI ditutup naik sebesar Rp 150 menjadi Rp 2.600.
Sednagkan saham PT Bakrie & Brothers (
BNBR) naik 4,4% ke level Rp95, PT Energi Mega Persada (
ENRG ) naik 1,75% ke Rp290, PT Bakrie Telecom (
BTEL) naik 3,9% ke Rp134, PT Bakrie Sumatra (
UNSP ) naik 2,63% ke Rp780, dan PT Darma Henwa (
DEWA) naik TP1,8 ke Rp1,66.
Saham-saham grup Astra berada di jajarabn top gainer dan memimpin penguatan bursa. Saham PT Astra International (
ASII) naik Rp850 menjadi Rp33.550, PT Astra Agro Lestari (
AALI) naik Rp750 menjadi Rp22.900, dan PT United Tractor (
UNTR ) naik Rp350 menjadi Rp15.900.
Beberapa emiten lain yang menguat adalah PT Indo Tambangraya (ITMG) naik Rp1.650 menjadi Rp27.300, PT Bank Mandiri (BMRI) naik Rp225 menjadi Rp4.925, PT Bukit Asam (PTBA) naik Rp750 menjadi Rp15.300, PT Aneka Tambang (ANTM) naik Rp100 menjadi Rp2.375 dan PT Medco Energi (MEDC) naik Rp100 menjadi Rp 2.725..
Sedangkan emiten-emiten yang melemah antara lain PT Tri Polyta Indonesia (TPIA) turun Rp75 menjadi Rp2.400, PT Lippo Karawaci (LPKR) turun Rp40 menjadi Rp580, PT Bank Central Asia (BBCA) turun Rp25 menjadi Rp4.725, PT Jasa Marga (JSMR) turun Rp10 menjadi Rp1.840.
Sore ini, bursa regional bergerak menguat mengikuti kenaikan bursa Wall Street akhir pekan lalu. Indeks Komposit Shanghai naik 87,40 poin (2,74%) ke level 3.275,05, dan indeks Hang Seng naik 390,35 poin (1,73%) ke level 22.943,98.
Indeks KOSPI naik 20,48 poin (1,30%) ke level 1.592,47, indeks Nikkei-225 naik 20,87 poin (0,21%) ke level 9.791,18 dan indeks Straits Times naik 54,81 poin ke level 2.782,04. Sedangkan bursa Eropa terpantau menguat, indeks FTSE 100 naik 0,43%, DAX 30 naik 0,54%, CAC 40 naik 0,89%. [mdr]