INILAH.COM, Jakarta - Sensasionalitas Facebook didorong user usia kuliah yang melihat situs itu sebagai tempat eksklusif untuk berhubungan dengan rekannya. Namun kondisinya terus berubah.
Facebook memperoleh audiens yang lebih luas dan lebih tua. Akibatnya kalangan remaja usai 20 tahunan yang mendorong popularitasnya makin berkurang, menurut firma riset comScore.
Menurut penelitian oleh WPP's Mindshare, kelompok remaja itu juga sedang mengevaluasi kembali nilainya.
"Ketika Anda mulai bertemu dengan rekan nenekmu, aku pikir saat itu mulai tidak keren lagi," kata Huw Griffiths, eksekutif di Grup Interpublic Universal McCann.
Angka yang turun telah memicu perdebatan di antara lembaga periklanan tentang implikasi bagi pemasar.
Bagi beberapa orang, angka itu menunjukkan bendera peringatan. Namun jika tren itu berlanjut, maka klien perlu memperbaiki strategi jaringan pemasaran sosialnya.
Menurut comScore, jumlah rata-rata menit yang dihabiskan online di situs ini oleh orang-orang 18-24 turun untuk ketiga bulan berturut-turut pada bulan September, dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu.
Pada bulan Juli, penggunaan Facebook turun 3 persen, pada bulan Agustus 13 persen dan September 16 persen.
Mark Potts, managing direktur Amerika Utara Mindshare mengatakan tanda-tanda perubahan mulai muncul setahun yang lalu.
Anggota Scout Network yang merupakan kelompok trend konsumen di seluruh negeri mulai melaporkan pergeseran dalam cara teman-temannya dalam menggunakan Facebook.
Tetapi yang lain tidak sependapat. "Itu untuk persentase kecil dari kelompok usia ... saya ingin melihat lebih banyak bukti yang menunjukkan bahwa user melarikan diri dari Facebook," kata James Kiernan, VP Senior kelompok MediaVest AS.[ito]