INILAH.COM, Jakarta - Pefindo mengestimasikan target harga (target price) referensi saham PT Resource Alam Indonesia Tbk (KKGI) berkisar di Rp2.100 hingga Rp2.500 per saham.
Hal ini disampaikan I Gede Nyoman Yetna, Kadiv Penilaian Perusahaan Sektor Riil BEI, mengutip equity research KKGI di Jakarta, Senin (16/11). Penilaian ini didukung kinerja yang baik dari Perseroan. Bahkan dengan mulai beroperasinya satu daerah konsesi yang belum aktif di 2009 dan 3 daerah konsesi yang belum aktif di 2010, diharapkan Resource Alam bisa memproduksi hingga 1 juta MT pada tahun 2009 dan 2,5 juta MT di tahun berikutnya.
Perseroan memiliki cadangan batubara sebanyak 41 juta MT. Kondisi ini sangat menguntungkan Perseroan mengingat di 2010 China dan India diperkirakan akan mengalami peningkatan peningkatan impor batubara masing-masing 7,5% dan 117,4% seiring dengan dimulainya pembangunan infrastruktur di kedua negara tersebut. Terus meningkatnya permintaan batubara dunia ini diperkirakan akan meningkatkan harga batubara dunia sebesar CAGR 6,8% selama September-Desember 2009.
Pendapatan Perseroan per September 2009 naik 27,5% dibanding periode yang sama 2008 menjadi Rp299,3 miliar. Sedang 97,5% dari pendapatan tersebut berasal dari penjualan batubara. Saat ini Perseroan telah mengoperasikan 2 daerah konsensi dari 8 daerah yang telah mendapat perjanjian Karya Pengusahaan Pertambangan Batubara (PKP2B).
Per September 2009, volume produksi kedua daerah tersebut diperkirakan mencapai 766 ribu MT. Pada akhir tahun ini Perseroan ditargetkan bisa mengoperasikan 1 daerah konsesi yang belum aktif sehingga total proyeksi volume per September 2009 mencapai 1 juta MT dan pendapatan Rp416,2 miliar atau tumbuh 23% dibandingkan periode yang sama 2008.
Dari total penjualan batubara per September 2009 sebanyak 95,1%, penjualan terbesar ditujukan ke India 39,93%, menyusul China dan Korea masing-masing 28,71% dan 15,42%, sedang untuk dalam negeri Perseroan hanya memasok kurang dari 5%. [cms]