INILAH.COM, Jakarta Saham PT Bumi Resources (BUMI), Selasa (17/11) secara teknikal diprediksi menguat seiring besarnya volume dan permintaan transaksi. Rekomendasi, trading buy BUMI! Aji Martono,
technical analyst PT Indomitra Securities mengatakan potensi penguatan
BUMI terletak pada volume dan permintaan yang besar. Namun, jika sentimen market global dan regional tidak mendukung terutama Hang Seng dan Nikkei, BUMI bisa saja ditutup melemah.
Secara teknikal,
BUMI sangat potensial menguat. BUMI akan mengarah ke level
resistance Rp2.675 dan Rp2.400 sebagai level
support-nya, katanya kepada
INILAH.COM, di Jakarta, Senin (16/11) malam.
Pada perdagangan kemarin, saham BUMI ditutup menguat Rp150 (6,12%) menjadi Rp2.600 dibandingkan sebelumnya pada level Rp2.450. Harga tertingginya mencapai Rp2.650 dan terendah Rp2.475. Sedangkan volume transaksi mencapai 608,9 juta unit saham senilai Rp1,5 triliun dan frekuensi 13,415 kali.
Lebih jauh Aji meyakini BUMI akan bertahan di atas level Rp2.675 meskipun untuk mencapai
resistance selanjutnya sangat berat. Namun, penguatan BUMI saat ini belum merupakan pembalikan arah (
reversal) ke penguatan lebih lanjut. Kemarin pun, BUMI ada upaya mengejar level Rp2.675 sebagai resistance, tapi ternyata ditutup di level Rp2.600, ujarnya.
Karena itu, pada saat BUMI melampaui level resistance Rp2.675, kemudian terancam aksi
profit taking. BUMI akan menguji level Rp2.675 apakah akan terjaga dengan manis atau tidak, paparnya.
Di sisi lain, aksi korporasi berupa obligasi dengan bunga 12% dari sebelumnya 10% berpeluang menjadi daya tarik bagi investor. Akibatnya, dari sisi
cashflow menjadi positif untuk membiayai proyek-proyeknya. Karena itu, masih memungkinkan ke depan penguatan BUMI jadi dominan, imbuhnya.
Tapi, untuk transaksi harian tentunya investor harus melihat semua situasi. Jika semua indeks, baik global dan regional negatif, IHSG pun akan bergerak minus menyusul kenaikan yang signifikan kemarin. Secara teknikal BUMI berada di Rp2.675. Hal itu akan terjadi jika market secara keseluruhan mendukung, tandasnya.
Begitu juga dengan sentimen dari BUMI yang menargetkan proyek Dairi milik Herald Resources Ltd akan menyumbang EBITDA sebesar US$200 juta per tahun. BUMI akan mengenjot proyek di Dairi senilai US$211 juta hingga 2011. Ini berpengaruh ke depan. Tidak bisa dijadikan patokan perdagangan hari ini, tukasnya.
Namun, untuk jangka panjang, saham BUMI di level Rp2.900 pun masih cukup murah. Pengambilan saham Herald 100% akan sangat positif bagi BUMI dan di akhir tahun bisa mencapai Rp3.475 yang merupakan level tertinggi setelah mengalami penurunan di titik nadir di kisaran Rp385 per lembar.
Untuk hari ini, penguatan BUMI juga ditopang
bargaining position asing yang luar biasa sebagaimana terjadi pada perdagangan kemarin. Dengan demikian, perdagangan awal hari ini masih menyisakan energi yang kuat bagi BUMI untuk
rebound kembali.
Tapi, kondisi indeks secara keseluruhan masih mengkhawatirkan sehingga laju BUMI bisa saja jadi melamban. Saya rekomendasikan
buy untuk jangka panjang dan
trading buy untuk jangka pendek, pungkasnya. [mdr]